mind of MINE

a Travel eXploring mE ,,,,,……


Leave a comment

At least i do trying to reach England

Bagaimana…

Saya ini orang yang telat gaul. Saat teman-teman saya sudah melanglang buana pergi ke sana-sini berusaha melihat dunia sendirian, destinasi terjauh yang saya datangi sendiri adalah Yogyakarta 😀 Itu bukan karena saya tidak suka, sebaliknya malah, I love traveling, because who doesn’t tbh ? but unfortunately not everyone can always affords to travel…

Masalah biaya selalu jadi persoalan nomor satu kalau saya lagi ingin jalan-jalan… saya orang yang harus berpikir lebih dari dua kali kalau ingin jalan-jalan, baik dulu saat masih jadi tanggungan orang tua maupun sekarang saat sudah mandiri. The reasons is simply because I really have much more important priorities on my shoulder that I cannot just abandon them and thus I cannot affords to travel as much as I wanted it to. Menabung adalah salah satu solusi terbaik, but still it takes a lot a time dan terkadang sering habis sebelum waktunya 😀 so how then?

Salah satu caranya dengan banyak mengikuti akun-akun keren di social media seperti twitter. Benar kata orang bijak, dekat dengan orang keren (or in my case, following :P) banyak manfaatnya ternyata. Salah satunya jadi tahu ada kesempatan untuk jalan-jalan ke #InggrisGratis dari Mister Potato hanya dengan blogging dan ngemil, GRATIS, and that’s the whole point.

my tickets to to to England

my tickets to go to England

Inggris..  Continue reading


1 Comment

Re-read : Harry Potter and the Deathly Hallows

Everything has come to an end. Tepat dibulan kelahiran tante JK. Rowling yang ke-48 dan pahlawan dunia sihir ciptaannya Harry Potter yang ke-33, event Hotter Potter ini sudah memasuki buku ke-7 yang artinya reread dan review Harry Potter Series terakhir (meski saya postingnya dibulan agustus, ga apa-apa deh hee). Sebelumnya saya mau ngucapin makasih banyak banget buat mbak Melmarian yang udah ngadain event ini, kalau bukan karena Hotter Potter, mungkin saya ga akan pernah sempat atau malah ga kepikiran buat nulis review seri yang jadi favorit saya sepanjang masa hehee asal tau aja, setiap kali beres baca, ngetik dan posting diblog itu rasanya seperti abis ngerjain PR matematika setumpuk buat dikumpulin besoknya, legaaaa banget mwahahahaaa tanpa banyak komen lagi, here is my 7th Harry Potter book review post for Hotter Potter 🙂

————————————————————————————————————————————————————————————

SPOILER WARNING !!!!!!!

hp7usfront

Buku ke-6 diakhiri dengan : tewasnya Dumbledore ditangan Snape dan meninggalkan Harry untuk mengerjakan tugas yang sangat sulit yaitu menghancurkan Horcrux (bagian jiwa Voldemort yang disembunyikan dalam sesuatu benda untuk membuatnya abadi) yang tersisa, sebagai satu-satunya cara untuk mengalahkannya. Harry, Ron dan Hermione bersiap-siap untuk melakukan perjalanan berbahaya ini.

Berpisah

Deathly Hallows dibuka dengan Voldemort yang menerima kabar dari Snape tentang rencana memindahkan Harry seminggu sebelum ulang tahunnya yang ke-17.  Harry yang telah memutuskan untuk tidak kembali ke Hogwarts untuk pergi mencari Horcrux, kembali ke ke Privet Drive untuk terakhir kalinya. Setelah perpisahan dengan the Dursley yang akan pergi bersembunyi dari ancaman Voledemort, Orde Phoenix dipimpin oleh Alastor “Mad Eye” Moody datang untuk memindahkan Harry ke tempat perlindungan yang aman. Tapi serapi apapun rencana yang sudah disusun, Voldemort dan pengikutnya berhasil mengetahui rencana tersebut dan mengejar mereka.  Harry berhasil lolos dari kejaran Voldemort langsung berkat tongkat sihirnya yang tiba-tiba menyihir sendiri, namun perjalanan ini harus dibayar mahal oleh tewasnya Mad Eye Moody dan George Weasley yang terluka.  Disaat yang sama, Harry mulai mendapat penglihatan tentang apa yang dilakukan Voldemort secara langsung. Harry melihat bahwa saat ini Voldemort tengah mencari tongkat sihir terhebat yang bisa digunakannya untuk mengalahkan Harry dan tongkat sihirnya.

Pada hari ulang tahun Harry, Menteri sihir datang untuk menyerahkan warisan Dumbledore kepada mereka bertiga. Snitch dan pedang Gryffindor untuk Harry, buku dongeng anak-anak Tales of the Beedle Beards untuk Hermione, serta Deluminator untuk Ron. Keesokan harinya, dihari pernikahan kakak Ron, Bill dan Fleur, berita mengejutkan datang. Kementerian Sihir dan Azkaban jatuh ketangan Voldemort, yang berarti satu, Harry-Ron-Hermione harus pergi meninggalkan semuanya dan memulai perjalanan sulit mereka.

Perjalanan Panjang

Persinggahan pertama adalah Grimauld Place No. 5. Disana mereka menemukan rahasia bahwa horcrux pertama yang harus mereka temukan, liontin Slytherin, ada di Kementerian Sihir. Mereka memutuskan menjebol Kementerian dengan menyamar. Horcrux berhasil diambil tetapi tempat persembunyian mereka terbongkar sehingga mereka terpaksa harus hidup berpindah-pindah. Berbagai masalah datang, mereka tidak memiliki senjata untuk menghancurkan horcrux yang ada ditangan mereka sekarang dan tidak memiliki petunjuk apapun. Tetapi masalah terberat muncul dalam bentuk Ron yang mulai merasa perjalanan ini sia-sia dan memutuskan pergi setelah pertengkaran hebat dengan Harry. Berdua Hermione, Harry mengunjungi tempat kelahirannya untuk mencari jawaban dan menemukan kalau utusan Voldemort telah menunggu untuk membunuhnya. Ditengah keputusasaan mencari Horcrux dan senjata untuk menghancurkannya, setitik harapan muncul. Pedang Gryffindor muncul, horcrux dihancurkan dan Ron kembali.

Hallows

Bersemangat karena berhasil menghancurkan satu horcrux, pencarian dimulai kembali. Kali ini melalui buku yang diwariskan Dumbledore kepada Hermione, mereka menemukan tentang Deathly Hallows, 3 (tiga) benda sihir pusaka yaitu Tongkat Sihir Elder, Batu Kebangkitan dan Jubah Gaib  yang kalau disatukan akan membuat pemiliknya menjadi penakluk kematian. Fakta yang membuat Harry berpikir untuk mencari Hallow untuk mengalahkan Voldemort. Sementara itu, melalui penglihatan dari Voldemort, Harry mengetahui kalau saat ini Voldemort telah menyadari Harry telah mengetahui rahasia tentang horcrux-horcruxnya dan sedang berusaha untuk mengahancurkannya.

Kembali ke Hogwarts

Dengan Voldemort mengetahui apa yang dilakukannya selama ini, usaha untuk mendapatkan Horcruk semakin mendesak. Berbekal kecurigaan yang semakin besar jika Hogwarts menyimpan semua rahasia Horcrux, mereka kembali kesekolah tercinta. Sekolah yang kini dikepalai oleh orang yang paling dibencinya. Sementara itu Voldemort pun berencana kembali ke Hogwarts untuk mengambil salah satu Hocrux berharganya. Berhasilkah Harry menemukan dan menghancurkan Horcrux yang tersisa untuk mengalahkan Voldemort? Benarkah Hallow yang melegenda itu memang ada dan dapat digunakan menghancurkan Horcrux? Apakah ramalan tentang Yang satu tidak bisa hidup sementara yang lain bertahan akan terwujud seperti halnya ramalan bahwa Harry adalah Yang Terpilih ?

My thought : 

hpdhcaps

Continue reading


1 Comment

re-read Harry Potter and the Order of Phoenix

bookcoverMusim panas ini adalah liburan paling buruk yang pernah dialami Harry. Hari-hari penuh rasa frustrasi karena merasa diasingkan dari dunia sihir, tidak tahu apa yang terjadi padahal baru sebulan lalu dia mengalami peristiwa paling mengerikan dimana Harry menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kebangkitan kembali Lord Voldemort, musuh bebuyutannya sejak lahir, serta tewasnya teman sekolahnya, Cedric Diggory, dalam peristiwa itu. Belum lagi rasa takut akan dikeluarkan dari sekolah karena dia terpaksa menggunakan sihir diluar sekolah akibat ada dua dementor yang menyerangnya di Litte Whinging.

Kembali kesekolah, keadaan tidak bertambah baik. Waktunya disekolah menjadi siksaan baginya sehingga untuk pertama kalinya Harry ingin keluar saja karena tidak tahan. Guru baru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, Dolores Umbridge, orang dari kementerian sihir, sangat jahat dan tampaknya bertekad menjauhkan murid-murid untuk belajar bertahan terhadap ilmu hitam dengan benar dan terutama memberi tekanan berat kepada Harry, sehingga diminggu pertama masuk sekolah Harry sudah menerima detensi. Hagrid yang menghilang. Dia hampir dikeluarkan dari tim Quidditch asrama karena berkelahi dengan Draco Malfoy. Bekas lukanya yang tampaknya sekarang selalu terasa sakit membakar kepalanya. Pelajaran privat dengan Snape. Dan ditahun kelimanya ini Harry, Hermione dan Ron akan menghadapi ujian OWL (Ordinary Wizarding Level) yang akan menentukan akan jadi apa dia setelah lulus sekolah nanti. Tetapi diatas semua itu, yang paling tidak tertahankan adalah bahwa kesaksiannya akan kebangkitan kembali Lord Voldemort ditolak oleh, hampir semua orang, terutama Kementerian Sihir, sehingga Harry mengalami masa-masa sulit karena dianggap sebagai anak pencari perhatian dan penyebar kebohongan. Tetapi semua itu mungkin tidak akan terlalu menjadi beban kalau saja Dumbledore tidak menjauhinya, karena dia tampaknya bertekad tidak mau memandang Harry, apalagi berbicara dengannya. Semua ini membuat suasana hatinya menjadi begitu buruk sehingga dia menjadi cepat marah dan mengamuk.

Tetapi, untunglah tetap ada hal-hal yang membuatnya merasa bahwa waktunya di Hogwarts menjadi tertahankan lagi. Dia mulai berkencan dengan Cho, cewek yang sudah lama ditaksirnya, lalu menjadi pemimpin teman-temannya dalam grup pelajaran terhadap ilmu hitam, dan kesempatan untuk hidup bersama-sama dengan walinya tercinta Sirius meski hanya sebentar saat liburan. Tetapi semua kebahagiaannya hanya untuk sementara karena lagi-lagi akhirnya Harry harus berhadapan kembali dengan musuh terbesarnya, Pangeran Kegelapan dan pelahap mautnya, dalam pertempuran yang membuatnya kehilangan orang yang sangat dikasihinya, serta akhirnya mengetahui kebenaran mengapa Lord Vodemort berusaha membunuhnya ketika dia masih bayi 15 tahun lalu yang menyebabkannya harus kehilangan kedua orang tua….

My Thought :

Dumbledore's Army - the Trio

Dumbledore’s Army – the Trio

Seri ke-5 Harry Potter ini adalah buku dengan jumlah halaman terbanyak. Dan rasanya paling kompleks secara karakterisasi terutama untuk Harry. Banyak pembaca yang tidak menyukai perubahan sifat Harry ini, tapi saya pribadi malah menyukainya. Untuk pertama kalinya saya merasa related kepada Harry sebagai karakter utama diseri ini. Udah tau kan kalau meski saya menyukai Harry, tapi saya merasa lebih connect kepada Hermione. Selama ini masalah saya dengan karakter Harry adalah dia digambarkan mendekati sempurna. Baik hati, terkenal, ramah, setia, beruntung etc etc pokoknya segala karakteristik baik asrama Gryffindor ada padanya. Tetapi dibuku ini digambarkan sisi lain dari diri Harry yang ternyata memiliki kekurangan juga. Sepanjang buku dia menjadi mudah marah, meledak-ledak, berpuas diri dan kadang-kadang bisa sangat menyebalkan. Dan saya suka perubahan ini, i love angsty Harry, karena memang seperti itulah seharusnya remaja normal, apalagi yang memiliki latar belakang seperti Harry. Saya senang saat tahu pahlawan kesayangan saya ternyata hanya manusia biasa, remaja kebanyakan dengan segala permasalahannya 🙂 Call me a sadists but i really enjoyed read the part when Harry outburst his anger and frustration to his friends, mostly to Ron and Hermione. Rowling perfectly portrays Harry’s frustration at being too old to neglects the responsibility, but still too young to be accepted as part of the fight that he knows is coming.

Dibuku ini juga saya menemukan my personal #1 Most Hated Fictional Character of All Time, in form of Profesor Dolores Umbridge *sigh* never knew that i could hating a fictional character in a book as much as i hate her, but thats a whole another rants because i actually dedicated a post just for her, here . Another kudos for JK Rowling. Continue reading