mind of MINE

a Travel eXploring mE ,,,,,……


Leave a comment

From A Crater to Another

Beberapa weekend yang lalu, tepatnya long weekend kedua tahun ini, saya bareng keluarga pergi melakukan wisata kawah di Garut, Jawa Barat. Idenya dari Bapak saya. Sebagai seorang pegawai negeri yang wilayah kerjanya lebih sering berada di lapangan, beliau yang (hampir) pernah mengunjungi seluruh daerah pelosok di Indonesia ini merasa agak terganggu dengan kenyataan bahwa justru daerah kelahirannya di Garut belum pernah dieksplornya secara maksimal. Karena itu saat long weekend ini dirasa tepat untuk minimal pernah mengunjungi daerah wisata di tanah kelahiran tercinta. Pilihannya wisata kawah karena daerah wisata yang lain disini sudah pernah kami kunjungi. Di Garut sendiri ada 3 (tiga) kawah yang menjadi daerah tujuan wisata yang ada kawahnya yaitu kawah Papandayan, kawah Darajat, serta kawah Kamojang.

Image

Foto 1 – 6 : Di kawah papandayan
Foto 7 – 9 : Di puncak pass darajat

1. Kawah Papandayan

Kawah Papandayan menjadi tujuan pertama. Mengendarai mobil dari bandung ke Garut ditempuh dalam waktu 1,5 jam saja dan langsung menuju kawasan Gn. Papandayan yang secara administrative  terletak di Kec. Cisurupan sekitar 28 KM sebelah barat daya Kab. Garut .  Dari jalan raya cisurupan ada papan penanda bertuliskan Taman Wisata Kawah Gunung Papandayan, yang kalau kita tidak memperhatikan sekali bisa saja terlewat. Akses jalan ke kawah papandayan dari jalan raya cisurupan, menurut saya cukuplah… CUKUP RUSAK maksudnya hehee dari 10 KM jarak dari jalan utama menuju kawah (sesuai yang tertera di papan penanda jalan) , mungkin hanya 1 km yang lumayan mulus, selebihnya yaaa gitu deh bak roller coaster dijalan…. But its okay, kami menikmati perjalanan ini dengan sukacita kok. Semakin dekat dengan kawah, asap dari kawahnya mulai terlihat, pepohonan di samping kiri kanan jalan terlihat makin berwarna warni hijau, kuning dan merah sesuai karakter pepohonan didaerah gunung berapi. Cantik sekali, khayalan saya serasa lagi ada di lembah plum merah, tempat asal Bidadari merah di komik Topeng Kaca favorit saya.

Sesampainya di parkiran, turun dari mobil kami langsung sibuk berpose karena latar belakang pegunungannya memang cantik sekali. Sebelum mulai menjelajahi kawah disini kami diminta untuk memberikan sumbangan seikhlasnya. Hari itu, kawasan yang rupanya juga dijadikan sebagai arena perkemahan ini, cukup ramai dikunjungi oleh rombongan dari luar kota, serta para keluarga seperti saya. Aktivitas wisata yang utama dapat dilakukan disini adalah trekking, hiking, fotografi,piknik, rekreasi ke hutan dan berkemah.

Ada 2 rute yang terdapat di papandayan, rute pertama adalah rute yang harus dilewati bila ingin menuju puncak papandayan, dan rute kedua adalah rute yang langsung menuju kawah. Rute kedua merupakan terusan dari rute pertama, jadi apabila telah sampai puncak gunung dan ingin turun tapi tidak ingin lewat jalan awal, bisa melalui rute ini dan akan tembus ke kawah dan berakhir di parkiran juga. Tapi berhubung kami ini terdiri dari bapak dan ibu saya yang sudah lumayan berumur, serta bawa bayi juga dan entah kenapa kami menggunakan kostum seperti akan pergi ke mall, bayangin ibu saya menggunakan wedges kesini hihii yah ceritanya agak salah kostum gini (padahal kami tahu akan pergi jalan-jalan ke gunung…), jadi kami memilih jalan ke kawah yang terdekat saja yang berjarak kurang lebih 2 km dari parkiran. Selain karena salah kostum ini dan bawa bayi juga, kami juga harus mengejar waktu karena berencana untuk mengunjungi 2 kawah lainnya di Garut.

Jalan menuju kawah menanjak serta terdiri dari batu-batuan sehingga sepatu dengan sol tebal dan keras seperti sepatu keds lebih cocok untuk digunakan disini. Seperti daerah kawah pada umumnya, disini banyak terdapat lubang-lubang gas yang menyemburkan uap panas, hati-hati berjalan, bener-bener harus diperhatikan karena takut kalau menginjak lubang gas tersebut kaki bisa melepuh apalagi kalau sepatu yang digunakan tidak proper, jadi resiko jatuh juga besar. Berbeda dengan kawah sikidang di Dieng yang pernah saya kunjungi 1,5 tahun lalu, dikawah ini bau belerang tidak terlalu menyengat jadi saya tidak terlalu pusing. Cuman karena memang kostum yang tidak mendukung dan saya waktu itu agak kurang enak badan, saya ga sampai ke kawahnya, cukup sampai dekat kawah saja, pemandangannya tetap cantik kok. Hanya bapak,ibu dan adik saya saja yang melanjutkan jalan ke kawahnya.

Selama kurang lebih 1 (satu) jam disana, saya memutuskan kembali ke parkiran sambil menunggu orangtua saya balik dari kawah. Di parkiran saya duduk-duduk di warung-warung yang ada disana, kurang lebih ada 10 warung disana menjual berbagai penganan dan minuman hangat. Udara yang sejuk dingin sambil minum bandrek panas dan pisang goreng, wiihhh heaven on earth lah 🙂

2. Kawah Darajat

Puas di papandayan, kami melanjutkan ke kawah darajat. Dari jalan raya cisurupan, kami lurus menuju arah kota Garut untuk langsung ke puncak Darajat. Dari sini saya ketiduran hehee jadi tidak tahu jalur mana yang digunakan untuk menuju ke daerah wisata kawah puncak Darajat. Tetapi secara administrative, kawah Darajat terletak di Desa Padaawas Kecamatan Pasirwangi. Di sepanjang jalan menuju wisata Darajat jalan disamping kiri kanan terlihat hamparan pertanian milik penduduk. Berbukit kehijauan, cantik sekali. Sebenarnya jalur menuju Darajat ini lebih mirip dengan jalur menuju Dieng, Jawa Tengah, karena bukannya perkebunan teh seperti yang biasanya saya liat di jalur-jalur wisata pegunungan di Jawa Barat yang memang banyak dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara, hamparan pertanian disepanjang jalan menuju Darajat lebih didominasi oleh hamparan pertanian milik penduduk yang kehijauan yang ditanami dengan tomat, kol, kentang,cabe dan banyak lagi. Ada yang aneh dan menarik yang saya lihat sekilas disepanjang jalan menuju puncak Darajat yaitu rumah penduduknya miring. Memang tidak semuanya tapi sebagian besar bangunan rumahnya miring, tidak lurus. Saya tidak tahu ini memang disengajakan atau hanya kebetulan saja hehee tapi unik saja menurut saya.

Puncak Darajat ini mulai booming atau setidaknya saya mulai sering mendengarnya sebagai tempat tujuan wisata baru sejak tahun 2010-2011, apalagi sejak jalan utamanya diperbaiki dan tidan berlubang-lubang layaknya jalur menuju daerah pegunungan, mulus sekali. Daerah wisata ini utamanya menawarkan wisata air panas seperti cipanas, garut, karena memang letaknya yang sama-sama berada dikaki Gn. berapi Papandayan yang mengalirkan sumber air panas. Karena itu banyak dibangun bungalow, tempat pemandian air panas, kolam renang yang berair panas. Tempat yang banyak dikunjungi wisatawan adalah Darajat Puncak Pass 1 dan Darajat Puncak Pass 2. Sesampainya di puncak, kami langsung menuju Darajat Puncak Pass 1 yang dari sini kita bisa melihat langsung seluruh pemandangan dibawah . Benar-benar indah dan cantik sekali. Fyi, Darajat ini merupakan salah satu daerah potensi sumber panas bumi dan gas alam Kab.Garut yang dikelola oleh PT. Chevron. Karena itu disepanjang jalan banyak terlihat selang-selang besar yang digunakan untuk mengolah gas alam dan panas bumi dari sini.

Akhir pekan yang panjang ini rupanya dimanfaatkan oleh pengunjung yang kebanyakan keluarga atau rombongan untuk berenang atau berendam air panas. Penuh sekali karena memang kawasan Darajat ini untuk kawasan wisata baru termasuk lengkap fasilitasnya dan cocok untuk keluarga. Kolam renang, bungalow, outbond, kuliner, kawah, permainan untuk anak-anak, lengkap semua. Tapi sayang sekali karena waktu dan cuaca saat kami datang mendung dan agak gerimis kami cuman sebentar saja di puncak Darajat ini. Bahkan tujuan utama untuk mengunjungi kawahnya tidak terlaksana. Sayangnya karena kami cuma modal kamera ponsel jadi foto yang dihasilkan pun seadanya, but better than nothing, rite!! But surely, we have great time here.

Sebenarnya tujuan ketiga adalah kawah kamojang. Tapi karena hari sudah sore dan dari awal kami memang tidak berniat untuk menginap, maka terpaksa rencana ini ditunda dulu. Mungkin lain kali.


Leave a comment

fascinating batam-s’pura

Satu hal yang saya sukai dari pekerjaan saya saat ini adalah banyak banget kesempatan untuk melakukan hal-hal yang saya interested, especially dari segi duitnya yak hehee, bukan berarti saya sekarang jadi miliuner ya, insyaallah itu mah hihii, salah satunya melakukan trip atau jalan-jalan ato travelling 😀  lebih dari sebulan yang lalu saya maen-maen ke Batam-Singapura, dan bru sekarang bisa kesampean buat cerita-cerita ^^ better late than never yak…

Day 1

Harusnya jadwal hari pertama itu kayak gini, ke bandara-berangkat-tiba-city tour-makan-shopping-ke hotel-istirahat-makan-istirahat , tapi dengan drastis berubah jadi ke bandara-nunggu-nunggu-nunggu-bingung-marah-ke hotel-istirahat , TERIMA KASIH KEPADA DUNIA TRANSPORTASI PUBLIK NEGARA KITA YANG (MEMANG) AGAK KACAU 😦 tp ya sudahlah ambil hikmahnya aja, ketimbang maksa pergi tapi berakhir lebih kacau :p

Day 2

Setelah hari pertama yang kurang menyenangkan, kami berangkat pukul 06.30 WIB dari Husen Sastranegara dan tiba di bandara Hang Nadim Batam kurang lebih pukul 08.30 WIB, Alhamdulillah saya nyampe juga di Batam.. dari dulu saya hanya mendengar cerita dari orang-orang disana bahwa Batam adalah daerah yang jadi surga belanja pecinta barang-barang elektronik, maupun tas-tas branded yang harganya bisa sangat murah ketimbang harga normal di daerah lain,, jujur saya siy biasa aja soal Batam ini, excitednya mungkin karena jalan-jalan aja kluar dari rutinitas 😀 kesan pertama tentang Batam adalah Gersang 😀 daerah yang dikembangkan oleh Bapak BJ Habibie ini mirip  seperti daerah lain di P.Sumatera, yang masih banyak lahan kosongnya, dan tampak gersang karena tanahnya berwarna merah akibat mengandung banyak bauksit jadi susah ditanami tumbuhan,karena itu daerah ini dalam pengembangannya disiapkan untuk menjadi daerah industri.. singkat cerita dari bandara kita langsung city tour, pertama kita ke jembatan Barelang yang menjadi icon kota Batam, dimana bentuk jembatan ini mirip dengan jembatan Golden Gate yang ada di San Fransisco USA, blom bisa ke silicon valley kita nikmati aja yang ada di Batam dulu 😀

Trus kami diajak mengunjungi Vihara terbesar di Asia Tenggara, namanya ehmmmm lupa hehee harap maklum ya, tapi kalo kesana dan penasaran pasti tahulah orang sana dimana Vihara terbesar itu.. patung-patungnya gede, itu aja siy kesan saya hehee..

Setelah mengunjungi Vihara, kami langsung diajak santap siang di sebuah rumah makan Padang, lalu langsung mengunjungi sebuah toko oleh-oleh, yang menjual berbagai souvenir, pernak-pernik, tas juga oleh-oleh khas Batam.namanya toko super buah atau Arienne Accessories hehe agak ga nyambung ya ma barang-barang yang dijual.. disini kita bisa membeli berbagai oleh-oleh seperti coklat, kacang campur, kukis yang barangnya sebagian besar merupakan buatan Malaysia, lucunya pas mau beli berbagai souvenir khas Batam seperti kaos, gantungan kunci, jam meja, etc ga ada satupun barang yang dijual tulisannya Batam, yang ada malah souvenir Singapura seperti kaos, gantungan kunci dan jam meja hahaa jadi daripada ke singapura nyari berbagai souvenir khas, beli aja disini, lebih murah dan kualitasnya sama aja 😀

Abis itu kita langsung dianter ke Nagoya, ini adalah salah satu pusat belanja seperti elektronik dan tas,, udah deh ga ada yang bisa diceritain karena semua, langsung sibuk shoping barang-barang yang menjadi incarannya… saya??? Saya cukup puas window shoping aja heu sembari mencari titipan adik, yang ga ketemu-temu…

Setelah semua (hampir) puas belanja, kami langsung menuju hotel, untuk beristirahat dan makan malam..

makan malamnya seafood di tepi laut huaaa sedap sedap sedap 🙂

Day 3

Setelah sehari sebelumnya city tour  d’batam, hari ini kami mengunjungi tetangga sebelahnya yaitu Singapura.. Negara tetangga kita yang luasnya kurleb sama dengan batam sekitar 700 Ha itu kami capai melalui penyeberangan dengan menggunakan kapal Fery kecil selama hampir 45 menit saja.. ehmm setelah selesai berurusan dengan petugas imigrasi yang tampangnya serius sangat dan cenderung rada jutek 😀 kami pun siap menjelajahi dan melintasi negara (atau kota ya enaknya :D) yang terkenal dengan sebutan the Fine City ini :p

Singapura emang Negara yang cocok dijuluki “Fine” City  alias kota Denda..  soalnya banyak banget peraturannya heu, bikin rada takut bergerak sebenernya sieun kena denda 😀

Krn kita cuman satu hari, city tour ini lebih banyak melintasi daripada mengunjungi, dan yang dikunjungi tentunya tempat shopping L merlion park, marina bay, s’pore river, china town, Mustafa centre, orchard road, dan yang paling bikin saya excited siy, kita melintasi jalan yang menjadi lintasan balap F1 Night Race Singapura huaaa berasa gi ngeliat Lewis Hamilton etc gi race #lebayy

Amat sangat gempor kaki ini, dan petualangan hari itu diakhiri dengan menonton pertunjukan Song of the Sea di Sentosa Island, tontonan yang cocok banget buat para anak-anak kecil heu tapi visual effect-nya bagus banget…

Akhirnya petualangan sehari ini harus diakhiri juga dan kita langsung pulang dengan kembali menumpang Fery ..

Banyak banget kesan mengenai Negara Singa ini, Negara yang bersih, teratur, tertata dengan baik merupakan imbas dari berbagai peraturan yang bisa ditegakkan karena WN-nya disiplin mau menaati aturan tersebut (amat sangat harus diikuti nih). .trus banyak banget bangunan-bangunan gedung tinggi modern yang keren banget, dan yang paling saya suka itu adalah pedestrian walk area-nya yang dibuat nyaman banget, lebar dan ada pohon-pohon, pasti asik tuh jalan-jalan disitu , dan satu yang rada saya sesali ga sempat nyoba naik MRT saking waktunya mepet banget tapi lain kali kalo ada kesempatan lagi harus nyoba,,

Ehmm untuk saya S’pura benar-benar menyenangkan untuk dikunjungi tapi kayakna ngga buat ditinggalin, rada ngebosenin lama-lama sepertinya heu dan biaya hidup yang mahal itu looo 😀

Day 4

Hari ini diisi dengan shoping kembali bagi yang masih penasaran heu… dan

P U L A N G

Ahhhh Home Sweet Home 😀

see you next trip yaaa 🙂


3 Comments

yk #2

Lanjut Gan,

Minggu

Waktu masih ngerencanain trip ini, kita (saya ma temen) udah pengen pergi ke tempat yg belom pernah kita datengi *kita pernah ke Prambanan ma Borobudur jadi pengen ke tempat laen gtu* so kita mutusin buat pergi ke Dataran tinggi Dieng atau Dieng Plateau..kita pergi pake mobil yang kita sewa dengan ditemani seorang supir.. Dari jogja perjalanan kurleb 3jam gtu ke Kab. Wonosobo. Jauh siy tapi krn kita perginya abis subuh jadi ga terlalu berasa, palagi mobil sewaannya emang bagus dan nyaman terus supirnya jga ramah banget, dia banyak cerita2 gtu deh. Kira-kira jam 8 pagi kita udah sampai Dieng dan kita bener2 ga nyesel deh jauh-jauh kesini karena emang worth it banget, pemandangannya baguuuuuuuussss, kapan lagi coba saya ada di atas awan kalo bukan di Dieng ini, makanya banyak orang yg nyebut Dieng sebagai negeri di atas awan, indah banget soalnya. Fyi, dr keterangan yang saya baca Dieng berasal dari bahasa Sansekerta yaitu kata “Di” yang artinya Tempat dan “Hyang” artinya Dewa/Dewi/Tuhan, jadi kalau digabungkan jadi Tempat Dewa-Dewi bersemayam. Secara administratif, Dieng plateau terletak di antara kab.wonosobo dan Kab. Banjarnegara. Sewaktu dalam perjalanan Wonosobo-Dieng, saya disuguhi pemandangan yang indaaaaahhhh bgt, langit yang cerah, biru dan bersih, udaranya segerr banget, hamparan bukit dan ladang yang ditanami kentang dan kubis hampir di sepanjang jalan, orang2 yang sibuk beraktivitas *kagak ada tuh yang nongkrong males-malesan* heu rajin semua… sebelum ke komplek wisata Dieng kita berenti dulu ke tempat yang namanya Menara Pandang buat ngeliat jelas gugusan gunung kembar yaitu Sumbing dan Sundoro wuihhhhh merinding gtu karena pertama kalinya saya merasa begitu sejajar dengan tingginya gunung, cantik and incredibly magnificent dehh..

ki-ka arah jarum jam : Gn.Sumbing, Komp.Candi Arjuna, jalan setapak di komp.candi, kawah sikidang

Dieng ini berada di dataran sekitar 2000 meter di atas permukaan laut, karena itu udaranya termasuk dingin brrr walopun menurut saya pribadi siy, masih lebih dingin Lembang. Dari menara pandang kita terus ke komplek wisata Dieng , karena sewa mobil ini termasuk paketan jdi tempat yang dituju juga sesuai paket wisatanya.. pertama kita ke komplek candi Arjuna, ada lima candi utama disana yaitu Arjuna, srikandi, semar, puntadewa atau kuntadewa yah lupa deh hehee, satu lagi candi Sembadra.. kemudian perjalanan kita dilanjutkan ke kawah Sikidang. Kawah ini mirip dengan kawah putih di kawasan Ciwidey Bandung *kalau kata temaen saya siy* ,merupakan kawah belerang yang masih aktif tapi disini mengeluarkan bau tidak sedap huehehee harusnya pake masker ksini tuh karena baunya menyengat banget, udah gitu asapnya banyak banget lagi, but otherwise, nothing else I can said but Beautiful, karena dikelilingi sama bukit pepohonan dan berbunga yang cantik banget… lanjut kemudian ke Telaga warna, dikawasan ini ada dua telaga yang bisa dilihat yaitu Telaga warna dan Telaga cermin. Telaga warna dinamakan seperti itu karena warna airnya yang hijau, muda dan tua, serta warna gelap, mungkin akibat pantulan sinar matahari menghasilkan warna di danau ini. Untuk saya telaga ini sebetulnya serem banget, karena telaganya suram sekali tidak tampak ada kehidupan gitu, bahkan ikan-ikan kecil pun sepertinya tidak ada, dan sangat terkesan mistis, kalau telaga cermin saya ga tahu karena ga liat padahal letaknya tidak jauh dari telaga warna, abisnya udah keburu ngerasa serem ngeliat telaga tetangganya itu heu kalau dari keterangan di papan informasi mengenai telaga ini, telaga cermin ini katanya jernih banget sehingga menampakan kita terlihat jelas kalau memandang ke airnya,, menurut keterangan supir sekaligus pemandu kita, Dieng ini sebetulnya merupakan kawah dari Gunung Dieng, yang meletus, kemudian jadi daerah tempat tinggal penduduk dan ladang yang subur untuk bercocok tanam *fyi Dieng ini adalah daerah penghasil Kentang nomor satu di Indonesia looo*, makanya saya merasa Dieng ini bentuknya agak mirip cekungan di atas gunung. Daerah ini masih terhitung vulkanik aktif karena itu di sepanjang jalan bisa dilihat pipa-pipa besar yang berfungsi untuk menyedot uap panas bumi untuk dijadikan energi listrik karena di Dieng terdapat PLTU, begitu siy kata supir kita itu.

mie ongklok,sate sapi, dan teh kesohor hahaaa enaaaaakkk...

Meninggalkan Dieng perjalanan kita dilanjutkan ke Wonosobo, mau makan Mie Ongklok khas wonosobo. Makanan ini unik deh menurutku, terdiri dari mie kuah pake sayur-sayuran, dimana bagian uniknya itu kuahnya itu, kental gtu, kayak kuah Lo mie, udah gitu makannya ditemenin sama Sate sapi, aneh yah heheee tapi kita emang pemakan segala walaupun baru pertama kali, langsung tandas aja tuh mie hehee.

Kemudian perjalanan kita lanjutkan lagi menuju Yogya untuk pulang, niatnya jalan-jalan hari ini mau diakhiri dengan mengunjungi Borobudur terutama ngeliat Gn Merapi after Erupsi dari arah Borobudur sekalian lewat gtu apalagi mumpung kendaraannya enak, tapi sayang banget karena waktu nyewanya udah mau abis *kita nyewa selama 10 jam* yah niat itu dibatalin deh huhuhuuu lain kali ya mudah-mudahan bisa. Sampai di hotel istirahat, mandi dan dilanjutkan dengan jalan ke Solo untuk menghadiri pernikahan sahabat saya, yang sebetulnya menjadi agenda utama trip ini hehee… ga banyak yang bisa saya ceritakan tentang perjalanan ke Solo, karena selain udah malem, jadi ga bisa ngeliat apa-apa juga, kita juga emang udah cape sekali setelah seharian melanglang buana. Oia malam harinya yogya dilanda hujan besar banget, serem deh.

Senin

Ini hari terakhir kita di Yogya huhuu sedih dehh dan kita bangun kesiangan hahaa cape banget artinya. Berhubung kereta kita siang, paginya mau jalan-jalan dulu ke keraton yogya, karena pas sabtu kita telat.

duet maut keong racun in action,,,awwww 😀

Yah keraton mah ga berubah yah, walopun ga bosen juga kesana, abis itu kita beli oleh-oleh bakpia buat orang-orang di bandung. Jam 1 siang kita berangkat menuju bandung, kota tercinta kita, biarpun rada ga rela mengakhiri trip ini, tapi ya kudu dikuat-kuatin hehee… banyak banget sebenernya tempat-tempat yang pengen dikunjungi di Yogya ini maupun di jawa tengah ya tapi mungkin itu akan jadi alesan buat ntar balik lagi kesana. Mengakhiri trip ini saya jadi mikir bahkan mengelilingi yogya satu kota aja waktu tiga hari itu ga cukup yaa, gimana kalo saya mau mengelilingi Jawa, atau Indonesia atau Dunia bahkan ya, cukup ga ya waktu saya yang dikurangi dengan rutinitas sehari-hari untuk mengelilingi dunia ini,, yeah paling tidak saya tahu sekarang kalo mau jalan-jalan itu memang harus bener2 diniatin, karena rutinitas mah ga akan pernah berenti yah, padahal trip kayak gini lumayan efektif buat nyegerin kepala dan pikiran yang penat bgt, sekarang saya gi mikir-mikir setelah ini saya mau kemana lagi yak, huffttt but hadoohhh kantor harus dihadapi dlu sebelumnya hehee..

Walau kini kau t’lah tiada tak kembali
Namun kotamu hadirkan senyummu abadi
Ijinkanlah aku untuk s’lalu pulang lagi
Bila hati mulai sepi tanpa terobati


1 Comment

YK #1

 

tour de jogja-dieng

Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menyapaku bersahabat penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgia saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama suasana Jogja

Saya suka sekali sama lagu Yogyakarta punyanya Kla Project ini, menurut saya pribadi lagu ini bener bener masterpiece mereka 😀 tapi bukan tanpa alesan saya masang lirik lagu mereka tsb di postingan ini karena, Heyy saya baru balik niy dari yogya, for what I called an enjoyable trip 😀 yup sedikit meluangkan waktu main ke YK karena ada sahabat yang menikah di Solo, skalian jalan-jalan jadi yah sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.. walaupun singkat banget dari jum’at malem sampai senin siang, sudah lumayan cukuplah buat saya untuk ngerefresh pikiran yang penat..

Saya udah beberapa kali maen ke YK, dan setiap kesana selalu berhasil menimbulkan kesan yang sama, yang selalu memesona saya, yang slalu bikin saya betah dan tenang yaitu kesan bersahaja dan kesan yang mengeluarkan aroma romantisme masa silam hueheheheeee gaya yah bahasanya 😀 walaupun sempet deg-degan karena peristiwa meletusnya Gn Merapi, tapi seorang teman meyakinkan saya kalau hal itu tidak mempengaruhi wisata disana. Karena yogya tetaplah yogya dengan segala kekhasannya yang selalu saya sukai.

Sekarang saya ingin cerita nih soal trip saya ini, lets start yaw..

Jumat Malem

Berangkat dari Stasiun Kereta Bandung, saya pergi bareng sobat saya tersayang jiahh *jangan ampe dia baca kata2 itu hihii* dengan hati aga berat krn ternyata trip ini dibayar dgn airmata dan sdikit masalah *taelahh hehee tp nevermind lah* pake kereta executive suatu merk KA *jgn disebutin yah merknya, sieun ahh* yang terasa bagai kereta kelas ekonomi akibat AC yang bocor menyebabkan kursi2 basah fiuhh ga nyaman banget dehh.. perjalanan memakan waktu selama kurleb 8 jam dari pukul 20.00 –  04.15 WIB , capee banget.

Sabtu

Nyampee yogya 😀 dijemput ma temen kita, langsung dianter ke hotel dan tepar deh tidur, cape ma pegel bgt soalnya… bangun2 langsung mandi, dan siap2 deh.. destinasi pertama kita *kita jalan b2 aja loh krn temen kita itu uda punya acara sendiri yg g bisa ditinggalin, so kita jalan2 tanpa guide deh,alone, bagai wisman sejati hehee* Malioboro huahahaaa deket soalnya ma hotel kita, tinggal jalan aja, murmer deh wisata ksananya, niatnya pengen nyari makan tradisional gtu semacam Pecel *loh ko ngga Gudeg??kita ga doyan gudeg soalnya * 😀  nemunya dimana coba, yepp di Malioboro Mal hahaa jauh2 dr Bdg, nemunya Mal lagii, duhh tp gpp kita hajar aja.. kelar makan, shalat, bru deh kita jalan kaki menyusuri Malioboro yg rame bgt, palagi sedang hujan, nyampe Psr. Beringhajo liat2 batik, walo ga beli 😦 trus kita pengen naek andong ke keraton yogya ga jauh dr Malioboro, tpi sayang kratonnya tutup, bukanya hanya ampe jam 1 siang aja.. tp kita lanjut aja jalan ke area kraton yg dibuka u/ umum dan nawarin byk spot2 menarik untuk diliat,slain keraton yogyanya itu sendiri,  kyk tempat pembuatan batik #slain bisa liat langsung gmana proses pembuatan batik, kita jg bisa skalian belanja batik dgn harga lumayan miring krn di tempat buatnya langsung kali yahh# , trus ada juga museum kereta #disini kita bisa liat kereta2 yang biasa digunakan o/ keraton yogya pada acara2 apa saja, dr kereta kencana yg gede bgt,pgn deh naekinnya hehee, ampe kereta untuk ngangkat barang yang dipake pas masih jaman dulu banget, dan kereta2 ini msih terawatt bgt, oia saya pikir kereta2 ini dibuat di yogya doang ternyata banyak kereta keraton yang dibuat dari luar negeri juga#

nyari oleh-oleh di jalan Rotowijayan

Oia ga lupa makan2 dong  ah, kita makan di resto di sekitaran situ juga namanya Gadri resto, yg ternyata punyanya adeknya Sultan, restonya enak bgt suasananya, rumah gtu disulap jdi gallery restaurant, Resto plus gallery kerajinan asli yogya, kita makan Sego Tumpang Solo, yang rasanya mirip dengan, Nasi Uduk hihii yah jauh2, tpi enak bgt..

sego tumpang atau nasi gurih yg mirip nasi uduk, enyak enyak enyak..

Ga terasa bgt, udah sore aja, kita pulang deh ke hotel dengan hati senang, perut kenyang dan tentu saja tangan penuh belanjaan hahahaaa nyampe hotel, istirahat, malemnya g kmana2 soalnya Ujan Gede BGT, Yogya ujan mulu niyy 🙂 walopun sempet makan di lesehan Malioboro,, oia mw share aja nih, bukan mw ngejatuhin siapa2 ya, kalo mau makan lesehan gitu kalo bisa jgn di kawasan Malioboro deh, soalnya udah bener2 dikomersilkan banget, malah pake ppn segala, udah gitu bill pesanan kita sering beda dengan yang kita pesen, misalnya pesen ayam pake nasi tar di bill nambah jadi nasi,ayam,sambel,lalap,teh tawar heuheu plus ppn lagi hahaaa jadi ga jadi deh makan murmernya hihii..

ceritanya lanjut di posting berikutnya ya,,


1 Comment

visit Lampung, kepala ikan simba, fangirling

Ow ow ow since my last posting, it takes a month for me to writing again in my cutie quite blog whehehee karena saya bukan penulis beneran, kayaknya untuk dapet ide buat menulis sesuatu dan mempostingnya di blog itu menjadi sesuatu yang teramat sulit.. banyak hal yang saya alami dan saya lihat atau dengar yang begitu menarik tetapi sulit sekali untuk saya menuliskannya, lebih banyak alasannya karena saya tidak tahu bagaimana menuliskannya dari sudut pandang saya,yang orang lain blom pernah menggalinya sehingga hal tersebut dapat menjadi menarik (saya ga bilang kalau tulisan2 saya sebelumnya menarik lo yaa hehee…) hal itu kemudian menjadi suatu obsesi, tapi pada akhirnya malah ide-ide itu terlupakan gitu aja saking lamanya saya mikir hahaa lalu saya pun teringat akan salah satu postingan saya yang ini ,and then saya ngambil keputusan bahwa saya ga boleh kayak gitu karena saya malah ga akan menjadi maju, bahwa dengan menulis sebanyak2nya,apapun itu dan bagaimanapun saya menulisnya akan membuat saya terbiasa dan belajar untuk menemukan gaya menulis saya sendiri, dengan kata lain segalanya itu harus melalui proses, pembelajaran,, practice makes perfect or learning by doing, so here i am …..

Thats it, alasan kenapa saya lama sekali tidak memposting sesuatu di blog tercinta ini, just in case diantara kalian ada yg merasa kangen sama tulisan2 saya, atau sekedar bertanya-tanya saya kemana hahahaa lebay, i know, plus GEER hihiii ….

Selama sebulan ini, saya masih tetap dengan rutinitas sehari-hari, yang diselingi dengan kaburnya saya ke Lampung buat sedikit ngerefresh suasana yang itu-itu saja dengan suasana baru.. saya mau cerita dikit nih tentang Lampung, Lampung itu adalah satu provinsi di Pulau Sumatera yang pasti bakal kita lewati kemana pun tujuan kita ke P.Sumatera ini (kalau kita jalan menggunakan jalur darat yaa..), karena Lampung adalah provinsi openingnya Sumatera, dimana Pelabuhan Bakauheni ada disana, jadi kayak gate-nya Sumatera lah …okey di Lampung ini, kalau buat saya suasananya agak tidak seperti  di Sumatera, lebih kayak di Jawa kalau untuk saya, mungkin dikarenakan dulu prov ini merupakan salah satu daerah tujuan transmigrasi yang banyak diikuti oleh penduduk P. Jawa, contohnya ada satu Kab/Kota namanya Metro, disana suasananya bener2 kayak ada di salah satu kota di Jawa Tengah karena nama-nama jalannya yang menggunakan nama2 kota di Jateng trus rumah2nya jg byk dibangun dgn gaya rumah joglo di Jateng sono, dan orang-orangnya yang ternyata lebih banyak menggunakan bahasa Jawa, jadi Lampung ini adalah provinsi di sumatera dengan citarasa Jawa lah hehee,, di Lampung saya ga banyak mengunjungi tempat wisatanya krn waktu yg terbatas , cuman sempet ngunjungi salah satu pantai disana namanya Pantai Klara, yah panoramanya lumayanlah, masih bersih, lagian saya udah lama bangett ga ke pantai, jdi saya seneng banget bisa ngliat Pantai lagi, disana saya sempet ber-wiskul ke RM.IKA namanya, buat makan Sup Kepala Ikan Simba, ughh enak bangett segerr, saya ga bisa kayak Pa Bondan yg jago menggambarkan rasa makanan, tpi buat saya itu Maknyoss BGTTTTTTT (sluuurrppp nelen ludah dehh hehehee ).. tiga hari di Lampung saya puas-puasin wiskul makan durian, kripik coklat YenYen, makan di RM Aka, Abah Roh, SeaFood ga tau namanya, baso son haji, and of course makan Tekwan yang enak BGT (huhuuu pengen ksana lagii …) alhasil berat badan yang sempet turun sehabis puasa, dengan sukses naik lagii hahahaaa

dan ini dia juaranya, Sup Kepala Ikan Simba … kuah nanasnya itu loo ^^

 

sambel mangga yang pedessss BGT

pindang telur ikan

durennya kuning pisaan

es campur sluurrppp

tekwan nyam nyam ….

gurame crispy uhuyy

dan satu lagi saya juga puas-puasin mandi dengan air yg berlimpah dan bersih banget, ga kayak di bandung yg airnya skr warnanya kuning …. pokoknya perjalanan 3hari tersebut lumayan bisa ngembaliin stamina kerja saya yang sempet turunn banget …

Sebulan ini juga saya habiskan dengan menghadiri banyak undangan pernikahan, tapi saya bahas di postingan selanjutnya deh, karena pernikahan merupakan Big Issue banget buat saya heu jadi saya pengen ngebahas nanti saja.

Dan terakhir sebulan ini saya habiskan dengan mengenal satu sosok cowok yang berhasil buat saya nelen ludah melulu hahahaaaa he’s so charming, darkly handsome, memiliki tatapan mata setajam silet *feni rose mode on* dan mempesona dengan caranya sendiri,dan tentu saja dengan tampang bad boy-jahil gmana gitu (saya emang rada sensi kalo ngeliat cowo-cowo model begini..) oh no i’m not talking bout Rob “Edward Cullen”Pattz dimana para cewe banyak mendeskripsikannya dengan kata2 yg hampir mirip kata-kata pujaan saya di atas, tapi saya ngomongin bloodsucker yang jauuuuhhh lebihh keren dan mempesona,  i’m talking bout Ian Somerhalder,, yeahh ABG bangett yaa hahaa ini akibat nonton Vampire Diaries, saya jadi tergila-gila berat ma tokoh Damon Salvatore yang diperanin si Ian ini, sounds weird buat orang seumuran saya tp kayaknya saya emang mengidap penyakit aneh yang kerap kumat kalo ngeliat cowok-cowok dengan bad boy look *huaa mimisan dehh ^^ * hahaa gpp lah tapi saya jadi rela deh buat diisep darahnya ma vampire kalo vampirenya si damon hihiii

look at those eyes ^^

sluuurrrpppppp ….

i really really need to grow up, sucks being old 😦

Oia saya lupa, saya masih setia dengan baking-bakingan, dan masih setia dengan dunia per-muffin-an,, saya masak dari muffin satu ke muffin yang lainnya hohoo dan sepertinya saya harus segera belajar resep-resep lain sebelum orang rumah saya berkata Say No to Muffin, saking eneg ma bosannya hahaaa …