mind of MINE

a Travel eXploring mE ,,,,,……

Re-read : Harry Potter and the Deathly Hallows

1 Comment

Everything has come to an end. Tepat dibulan kelahiran tante JK. Rowling yang ke-48 dan pahlawan dunia sihir ciptaannya Harry Potter yang ke-33, event Hotter Potter ini sudah memasuki buku ke-7 yang artinya reread dan review Harry Potter Series terakhir (meski saya postingnya dibulan agustus, ga apa-apa deh hee). Sebelumnya saya mau ngucapin makasih banyak banget buat mbak Melmarian yang udah ngadain event ini, kalau bukan karena Hotter Potter, mungkin saya ga akan pernah sempat atau malah ga kepikiran buat nulis review seri yang jadi favorit saya sepanjang masa hehee asal tau aja, setiap kali beres baca, ngetik dan posting diblog itu rasanya seperti abis ngerjain PR matematika setumpuk buat dikumpulin besoknya, legaaaa banget mwahahahaaa tanpa banyak komen lagi, here is my 7th Harry Potter book review post for Hotter Potter🙂

————————————————————————————————————————————————————————————

SPOILER WARNING !!!!!!!

hp7usfront

Buku ke-6 diakhiri dengan : tewasnya Dumbledore ditangan Snape dan meninggalkan Harry untuk mengerjakan tugas yang sangat sulit yaitu menghancurkan Horcrux (bagian jiwa Voldemort yang disembunyikan dalam sesuatu benda untuk membuatnya abadi) yang tersisa, sebagai satu-satunya cara untuk mengalahkannya. Harry, Ron dan Hermione bersiap-siap untuk melakukan perjalanan berbahaya ini.

Berpisah

Deathly Hallows dibuka dengan Voldemort yang menerima kabar dari Snape tentang rencana memindahkan Harry seminggu sebelum ulang tahunnya yang ke-17.  Harry yang telah memutuskan untuk tidak kembali ke Hogwarts untuk pergi mencari Horcrux, kembali ke ke Privet Drive untuk terakhir kalinya. Setelah perpisahan dengan the Dursley yang akan pergi bersembunyi dari ancaman Voledemort, Orde Phoenix dipimpin oleh Alastor “Mad Eye” Moody datang untuk memindahkan Harry ke tempat perlindungan yang aman. Tapi serapi apapun rencana yang sudah disusun, Voldemort dan pengikutnya berhasil mengetahui rencana tersebut dan mengejar mereka.  Harry berhasil lolos dari kejaran Voldemort langsung berkat tongkat sihirnya yang tiba-tiba menyihir sendiri, namun perjalanan ini harus dibayar mahal oleh tewasnya Mad Eye Moody dan George Weasley yang terluka.  Disaat yang sama, Harry mulai mendapat penglihatan tentang apa yang dilakukan Voldemort secara langsung. Harry melihat bahwa saat ini Voldemort tengah mencari tongkat sihir terhebat yang bisa digunakannya untuk mengalahkan Harry dan tongkat sihirnya.

Pada hari ulang tahun Harry, Menteri sihir datang untuk menyerahkan warisan Dumbledore kepada mereka bertiga. Snitch dan pedang Gryffindor untuk Harry, buku dongeng anak-anak Tales of the Beedle Beards untuk Hermione, serta Deluminator untuk Ron. Keesokan harinya, dihari pernikahan kakak Ron, Bill dan Fleur, berita mengejutkan datang. Kementerian Sihir dan Azkaban jatuh ketangan Voldemort, yang berarti satu, Harry-Ron-Hermione harus pergi meninggalkan semuanya dan memulai perjalanan sulit mereka.

Perjalanan Panjang

Persinggahan pertama adalah Grimauld Place No. 5. Disana mereka menemukan rahasia bahwa horcrux pertama yang harus mereka temukan, liontin Slytherin, ada di Kementerian Sihir. Mereka memutuskan menjebol Kementerian dengan menyamar. Horcrux berhasil diambil tetapi tempat persembunyian mereka terbongkar sehingga mereka terpaksa harus hidup berpindah-pindah. Berbagai masalah datang, mereka tidak memiliki senjata untuk menghancurkan horcrux yang ada ditangan mereka sekarang dan tidak memiliki petunjuk apapun. Tetapi masalah terberat muncul dalam bentuk Ron yang mulai merasa perjalanan ini sia-sia dan memutuskan pergi setelah pertengkaran hebat dengan Harry. Berdua Hermione, Harry mengunjungi tempat kelahirannya untuk mencari jawaban dan menemukan kalau utusan Voldemort telah menunggu untuk membunuhnya. Ditengah keputusasaan mencari Horcrux dan senjata untuk menghancurkannya, setitik harapan muncul. Pedang Gryffindor muncul, horcrux dihancurkan dan Ron kembali.

Hallows

Bersemangat karena berhasil menghancurkan satu horcrux, pencarian dimulai kembali. Kali ini melalui buku yang diwariskan Dumbledore kepada Hermione, mereka menemukan tentang Deathly Hallows, 3 (tiga) benda sihir pusaka yaitu Tongkat Sihir Elder, Batu Kebangkitan dan Jubah Gaib  yang kalau disatukan akan membuat pemiliknya menjadi penakluk kematian. Fakta yang membuat Harry berpikir untuk mencari Hallow untuk mengalahkan Voldemort. Sementara itu, melalui penglihatan dari Voldemort, Harry mengetahui kalau saat ini Voldemort telah menyadari Harry telah mengetahui rahasia tentang horcrux-horcruxnya dan sedang berusaha untuk mengahancurkannya.

Kembali ke Hogwarts

Dengan Voldemort mengetahui apa yang dilakukannya selama ini, usaha untuk mendapatkan Horcruk semakin mendesak. Berbekal kecurigaan yang semakin besar jika Hogwarts menyimpan semua rahasia Horcrux, mereka kembali kesekolah tercinta. Sekolah yang kini dikepalai oleh orang yang paling dibencinya. Sementara itu Voldemort pun berencana kembali ke Hogwarts untuk mengambil salah satu Hocrux berharganya. Berhasilkah Harry menemukan dan menghancurkan Horcrux yang tersisa untuk mengalahkan Voldemort? Benarkah Hallow yang melegenda itu memang ada dan dapat digunakan menghancurkan Horcrux? Apakah ramalan tentang Yang satu tidak bisa hidup sementara yang lain bertahan akan terwujud seperti halnya ramalan bahwa Harry adalah Yang Terpilih ?

My thought : 

hpdhcaps

Berbagai jawaban dari semua pertanyaan dibuku-buku sebelumnya terjawab dibuku ini. Buku ke-7 yang menjadi puncak perjuangan Harry melawan Voldemort ,dan yang membuat saya sangat tidak tahan menunggu terbitnya edisi bahasa indonesia-nya saat buku ini keluar pertama kali pada Juli 2007 sehingga memutuskan cheating dengan mendownload english ebook version-nya dan membacanya dalam waktu 3 hari saja (padahal kemampuan bahasa inggris saya sangatlah cetek hihii), inget banget tuh seharian didepan laptop dengan kamus inggris-indonesia disebelahnya hihii. Begitu banyak momen-momen dibuku ini  yang menjadi favorit saya, diantaranya (with no particular order) :

* perpisahan Harry dengan the Dursley..  Yang bikin terharu adalah saat Big D bertanya kepada orang tuanya kenapa Harry tidak ikut untuk pergi berlindung bersama mereka dan bilang kalau Harry bukanlah “a waste of space”,  bikin Harry terperangah, saya pun ikut terperangah.. WOW!!! this boy has grown up, finally!!!*

* usaha Hermione dan Ron melindungi keluarganya.. demi menemani Harry menempuh perjalanan berbahaya mencari horcrux, Hermione dan Ron melakukan berbagai cara untuk melindungi keluarga mereka dari ancaman Voldemort dan pengikutnya.. so much for friendship and efforts to make the better world to living with🙂

* cerita Kreacher.. siapa sangka Sirius Black bukan satu-satunya penentang Voldemort dikeluarganya.. cerita Kreacher tentang Regulus Black bikin saya mikir berarti bahkan pengikut sihir hitam pun menyadari kekejaman yang dilakukan Lord Voldemort, dan fakta kalau Regulus begitu menghargai Kreacher bikin saya terharu banget baca bagian ini..

* Pergi dan kembalinya Ron.. persahabatan Harry dan Ron diuji dimana Ron merasa bahwa perjalanan mereka ini sia-sia dan  berbahaya, dan memutuskan pergi meninggalkan Harry dan Hermione.. tetapi tentu saja, Dumbledore sudah selangkah lebih maju dan memberi kesempatan untuk Ron kembali dan menebus kesalahannya..

* Godric Hollow.. cerita Harry yang mengunjungi makam orang tuanya untuk pertama kalinya dan kerinduannya kepada mereka *sobs* (tapi alasan terbesar tentu karena, Hermione yang menemani perjalanan pertama Harry menemui orang tuanya mwahahahaaa tetep :p )

* Kematian Dobby,, peri rumah yang baik hati harus meregang nyawa demi menolong Harry Potter… pelajaran yang bisa kita ambil, bahwa berbuat baik itu tidak pernah salah dan suatu saat akan kembali kepada kita dalam bentuk kebaikan lagi, seperti Harry yang selalu memperlakukan Dobby dengan baik, berbuah Dobby yang selalu siap untuk membantu pahlawan kita meski mempertaruhkan nyawanya *sobs*  the second saddest moments of the book T.T

* masa lalu Dumbledore.. well dibalik kesempurnaan seorang Dumbledore, beliau ternyata punya masa lalu yang terbilang kelam, dan ini yang bisa kita pelajari dari dia, bahwa sebesar apapun kesalahan yang pernah kita lakukan, kita selalu punya pilihan untuk belajar dari kesalahan, mengoreksi kesalahan yang kita lakukan serta merubah diri untuk menjadi lebih baik.

* kenangan Snape.. akhirnya kepada siapa kesetiaan Snape berada serta alasan Dumbledore begitu memercayainya terjawab dibuku ini.. from the beginning of Harry Potter, i always on neutral team toward Snape,, awalnya bagi saya, Snape adalah karakter guru disekolah Harry yang menempati posisi guru yang menyebalkan, seperti Lupin yang menempati posisi guru yang paling menyenangkan  untuknya,, namun posisi Snape semakin kompleks dibuku ke-3 saat mengetahui alasan Snape begitu membenci Harry, namun saya tetap netral.. kepercayaan saya pada Snape meningkat dibuku ke-5 meski digoyahkan lagi dibuku ke-6,, tapi akhirnya saya senang dengan keputusan untuk tidak membencinya.. sama seperti yang bisa kita pelajari dari Dumbledore, bahwa selalu ada pilihan dan kesempatan untuk kita memperbaiki kesalahan yang kita lakukan selama kita memang bersungguh-sungguh untuk melakukannya.

and this is my favorite parts of the book, a part where i was a blubbering mess first time read it..

dari bab 34 :

Dia merasakan jantungnya berdenyut garang dalam dadanya. Betapa anehnya bahwa dalam ketakutannya akan kematian, jantung itu malah berdenyut semakin keras, dengan gagah berani mempertahankannya agar tetap hidup. He felt his heart pounding fiercely in his chest. How strange that in his dread of death, it pumped all the harder, valiantly keeping him alive.

Perlahan, amat perlahan, dia duduk, dan ketika duduk dia merasa lebih hidup, dan lebih menyadari tubuhnya sendiri yang hidup lebih daripada sebelumnya. Kenapa dia tidak pernah menghargai betapa dia adalah mukjizat, otak, dan saraf, dan jantung yang berdenyut? Semuanya akan pergi… atau paling tidak, dia akan pergi dari semua itu. Slowly, very slowly, he sat up, and as he did so he felt more alive and more aware of his own living body than ever before. Why had he never appreciated what a miracle he was, brain and nerve and bounding heart? It would all be gone . . . or at least, he would be gone from it.

Ternyata, mati tidak begitu mudah. Setiap detik yang dinapaskannya, bau rerumputan, sapuan udara dingin pada wajahnya, sangatlah berharga: memikirkan bahwa orang punya bertahun-tahun, waktu untuk disia-siakan, begitu banyak waktu sehingga rasanya lamban sekali berlalu, dan dia berpegang erat pada setiap detik waktunya. It was not, after all, so easy to die. Every second he breathed, the smell of the grass, the cool air on his face, was so precious: To think that people had years and years, time to waste, so much time it dragged, and he was clinging to each second.

Time is precious. Pelajaran berharga dari seri Harry Potter untuk tidak menyia-nyiakan waktu yang masih kita miliki😥

And well, thats my final Hotter Potter review posts, mungkin akan memakan waktu yang agak lama lagi untuk kembali membacanya, but surely i’ll always return to the Boy Who Lived whenever i need a friends🙂

hpdh

All was well.

–The End–

Author: shintalovesearth

just a simple ordinary girl ,,,,,

One thought on “Re-read : Harry Potter and the Deathly Hallows

  1. Pingback: Hotter Potter Wrap Up Post | mind of MINE

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s