mind of MINE

a Travel eXploring mE ,,,,,……

Re-read novel 5 CM

Leave a comment

song of the day : Nidji – Diatas Awan

Buku yang saya baca pertama kali tahun 2007, tepat setelah baca novel Laskar Pelangi yang lagi booming-boomingnya, bikin jiwa saya berada pada puncak nasionalismenya (ceritanya hahaa *wink*).. I know its so late to write this review, considered that its movie adaptation i have previously announced i’ll watched it and failed due to my lazy nature, had been out for months and got a rave review,  and here i am saying better late than never *grin*

cover buku 5 CM

cover buku 5 CM

Sinopsis dari 5 CM Goodreads page

“Ada yang pernah bilang kalau idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh generasi muda….”

Kata orang buku ini adalah buku, yang terutama ditujukan untuk para pendaki gunung, atau para nasionalis, atau anak bangsa apatis yang lagi minus rasa nasionalismenya.. tetapi karena saya merasa bukanlah ketiga-tiganya, maka alasan bacanya selain krn rasa cinta tanah air yang mendadak bertambah menjadi 100x lipat setelah baca LP jadi bawaannya pingin baca buku dengan tema sejenis melulu, persahabatan dan cinta tanah air, dipinjemin buku ini oleh temen kosan, dan langsung tertarik karena liat covernya,  tulisan 5 CM ditengah2 cover warna hitam, memberi kesan yang misterius dan seperti memanggil-manggil untuk dibuka,, meski untuk alasan yang lebih jujur, you know i’m a sucker for a bunch of cool guys who happen being a besties for a very long time with all sorts of habit and characteristics and their problems, its cliche but classic and i love it to bits..

Alkisah ada 5 orang anak manusia yang sudah bersahabat erat dari sejak mereka duduk di bangku SMA  yaitu Riani, Genta, Zafran, Arial dan Ian. Setengah bagian pertama buku ini digunakan untuk menjelaskan kisah tentang persahabatan 5 orang ini, betapa bahwa selama bertahun-tahun persahabatan erat mereka dari SMA hingga sekarang mereka sudah lulus kuliah dan bekerja, kecuali tokoh Ian, membuat mereka akhirnya berada pada titik ketakutan bahwa mereka akan merasakan kejenuhan satu sama lain kalau terlalu sering berkumpul dan melakukan segala hal bersama-sama.. karena itu akhirnya dengan usul dari Genta, yang dianggap leader mereka, mereka sepakat untuk berpisah dahulu selama 3 bulan, tak boleh ada kontak dan komunikasi sama sekali dengan cara apapun..  3 bulan yang digunakan untuk melakukan hal-hal yang sempat terbengkalai selama ini.. dan setelah 3 bulan mereka akan berkumpul kembali untuk merayakan suksesnya perpisahan mereka dengan cara yang dijanjikan oleh Genta akan menjadi peristiwa tak terlupakan dalam hidup mereka..

Setengah bagian kedua digunakan untuk menceritakan pertemuan mereka setelah 3 bulan berpisah.. mereka berlima ditambah Adinda, adik Arial, melakukan perjalanan pendakian ke gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru, dalam rangka merayakan ulang tahun negara tercinta, Indonesia.. bagian ini adalah favorit saya dan dimana buku ini mulai menemukan jalan ceritanya,, perasaan yang dituangkan ke dalam baris-baris kalimatnya mengenai perjalanan mereka sepanjang Jakarta-Malang menuju Mahameru itu membuat hati saya jadi sesak penuh rasa cinta kepada tanah air.. mereka menggunakan kereta api ekonomi menuju malang, makan nasi pecel untuk sarapan yang dibeli dari mbok tua yang berjualan distasiun sampai jam 3 dinihari, ngobrol dengan supir angkutan tentang klub sepakbola persebaya dan persija, bahkan nikmatnya makan indomie dimalam yang dingin dikaki gunung, sampai bertemu dengan sesama pendaki yang ingin merayakan Hari Kemerdekaan di puncak tertinggi Pulau Jawa bikin dada saya ikutan berdebar.. cerita perjalanannya juga begitu detail, gambaran Tumpang, Ranu Pane, Ranu Kumbolo, Arcopodo, Kalimati, kisah hutan yang menyesatkan para pelintasnya, berbagai aturan tak tertulis yang memang sebaiknya diikuti saat melakukan pendakian, terasa begitu akurat dan jelas sekali menjadi tambahan wawasan pengetahuan untuk saya.. saat membacanya saya merasa sayalah yang melakukan perjalanan tsb..

And here i am being me, selalu ada beberapa bagian yang bikint saya agak terganggu pas baca dan gatel kalo ga ditulis😛

Pertama, bagian pertama buku membuat saya, jujur merasa bosan dan bingung, bosan karena terlalu bertele-tele, bagian Ian dengan komputernya bikin saya banyak skip karena kepanjangan, bingung karena hampir semua dialog2nya panjang-panjang hanya untuk menjelaskan sesuatu hal yang menurut saya sebenernya simpel aja, dan ini diperparah juga karena saya ga tahu ini ceritanya mau dibawa kemana.. Penokohannya terlalu datar dan bener-bener lack-of-depth, saya sebagai pembaca, hanya tahu bahwa Genta itu leader dan menguasai banyak hal; Zafran itu doyan bokep, naksir adiknya Arial dan belagak seperti penyair; Arial itu atletis dan kalo bicara lempeng; Riani itu cantik, pintar dan ditaksir Genta; dan terakhir Ian, si gendut yang doyan makan Indomie.. thats it what we know about the characters in the whole story, tapi mungkin memang itu tujuannya kali ya, buat mengedepankan kisah perjalanan mereka dan mengesampingkan hal-hal lainnya;

Kedua, overload quotes and song lyrics references,  untuk saya buku yang memorable itu salah satunya adalah yang memberikan banyak quote-quote bagus, penuh makna dan yang paling penting, orisinil,, menurut saya dibagian inilah salah satu kelemahan buku karya Dhonny Dhirgantoro ini.. alih-alih quotes orisinil, sang pengarang lebih banyak memasukkan kutipan-kutipan kata-kata bijak dari sumber lain, dan jumlahnya banyak banget pula, belum lagi potongan-potongan lirik lagu yang, saya sempet iseng nyatet tuh lagu-lagu yang digunakan dan kalo ga salah,  jumlahnya lebih dari 20 lagu hahaa tapi untungnya sang penulis juga memberikan kutipan original-nya sendiri yang memorable juga menurut saya;

Ketiga, soal epilognya, kisah 10 tahun kemudian ttg 5 sahabat ini dengan keturunan mereka yg usianya sebaya melakukan upacara 17 Agustus, hadeuhh menurut saya agak kurang penting ya hehee agak maksa😛 ;

Keempat, soal Typo, saya itu paling bete kalo buku yang saya baca itu banyak typo-nya, ugh what is the editor doing ?? buku saya adalah cetakan ketiga, dan dicetakan itu Typo masih banyak bertebaran dimana-mana, saya belom ngecek sih yang cetakan terbarunya tapi mudah2an penerbitnya memperhatikan hal teknis ini ya🙂

Meski untuk saya beberapa poin diatas bikin saya terganggu, saya sih tetap menikmati buku ini,,  seperti LP, buku ini dengan idenya agar impian kita diletakkan 5 CM didepan kening agar kita dapat selalu melihatnya tetapi tak melupakan hal2 penting disekelilingnya, juga memaksa saya untuk menggali dan mengingat kembali impian2 saya termasuk melakukan perjalanan mengeksplor Indonesia, dan membuat saya “setidaknya bukan sekadar seonggok daging yang bisa berbicara, berjalan, dan punya nama”.

Dan terakhir buku ini membuat saya lebih menghargai rasa indomie dan pecel ketimbang pasta dan salad *grin*

Mengutip kata-kata Ian, saya mau bilang  “Yang berani nyela Indonesia… ribut sama gue”🙂

Poster film 5 CM

Poster film 5 CM

–The End–

Author: shintalovesearth

just a simple ordinary girl ,,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s