mind of MINE

a Travel eXploring mE ,,,,,……

REAL…..OR NOT REAL?!?!!

Leave a comment

“Happy Hunger Games! And may the odds be ever in your favor.” -Effie Trinket-

Ok, next stop in my reading list is  Trilogy of The Hunger Games (The Hunger Games, Catching Fire, Mockingjay) by Suzanne Collins. Dan saya tahu saya telat masuk dalam Hunger Games party ini krn baru baca sekitar sebulan lalu dan baru sempet bikin reviewnya, but like I always said, its better late than never :p

Saya sudah punya buku pertamanya dari entah sejak kapan, udah lama yang pasti, sekitar akhir tahun lalu, belum dibaca sampai sebulan lalu karena kata temen saya temanya rada-rada mirip Battle Royale (film/komik gory/slasher buatan Jepang, tentang anak-anak remaja yang dipaksa saling bunuh buat jadi hiburan, yang hidup sampe akhir itu jadi pemenangnya, filmnya seru tapi sereeeeeemmm saking banyaknya darah bergenangan), so I think I’ll pass..  fyi buku ini dikasih ga beli sendiri so i feel-guilty-free for not read it since i dont spend money on it…

But then something happened… yeah saya ga tahu buku ini dibikin filmnya (hidup dimana saya selama ini yaaa..) dan ga sengaja saya liat trailer film The Hunger Games pas browsing2 youtube, and it looked just awesome, especially karena pertama, saya liat sepasang puppy eyes milik aktor cilik favorit saya (yg skr udah gede dan jd ganteng bgt :D) , Josh Hutcherson, Jess di Bridge to Terabithia (salah satu film anak-anak favorit saya) dan kedua, ohh ini film dengan tokoh utama cewek, bukan jenis cewek cengeng dan egois yg nangisin pacarnya yg seorang vampir ganteng (ok, i’m not judging ’em, clearly a girl can do anything when it comes to love+pretty boys, and Love Is Blind, i had my “been there done that” moments, not the vampire part, but cried over a guy part, but its just annoyed me so much, dan ohh sudahlah), tapi cewek tangguh nan tegar yang nangis krn harus membunuh agar bisa bertahan hidup dan pulang kembali ke pelukan keluarganya, dengan busur dan panah sebagai senjatanya.. ow yeah, saya langsung kalap dan ngebut baca buku Hunger Games yang selama berbulan-bulan nganggur di pojokan rak buku hehee ga mau keduluan muncul filmnya… and you know what, its worthed my  time… ini bukan buku tentang sebuah permainan siapa yang makan paling banyak karena kelaparan (kalo lihat dari judulnya) tapi sebuah kisah berbalut deathly reality show yang memang mirip Battle Royale dari segi tema, tapi disini ga sekedar bunuh-bunuhan aja tapi banyak juga issue panas yang lain seperti ketimpangan sosial, mental konsumerisme dan hedonisme masyarakat,  kebobrokan birokrasi, pengorbanan, persahabatan,  perang and of course, sedikit romance, dikitt beneran deh hihii.. tema yang berat sebenarnya untuk PG-13 alias Parental Guide 13, rate yang diberikan untuk buku ini,, but anyway here is my review,

1st Book, The Hunger Games..

cover buku the hunger games

“Remember, we’re madly in love, so it’s all right to kiss me anytime you feel like it.” – Peeta Mellark-

Pernah bertanya-tanya mengenai acara reality show yang pasti pernah kita tonton di TV? Bagaimana prosesnya, asli atau ngga sih kejadian di acara itu, apa yang dipikirkan oleh peserta, etc … membaca buku ini seperti membaca sebuah proses pembuatan reality show dengan segala hal yang ada dibaliknya, bahwa tidak semua kejadian didalam sebuah reality show itu mengalir secara alami tetapi banyak juga intrik, manipulasi, kebohongan-kebohongan, spontanitas yang dihadirkan oleh para peserta demi menjadi seorang pemenang, pun dengan kreator acara yang bisa saja mengintervensi kejadian-kejadian didalamnya agar selalu menarik perhatian penonton.. Di  trilogi bagian pertama ini alur ceritanya dibalut ke dalam sebuah acara reality show maut bertajuk The Hunger Games.

Di masa depan, sebuah negara bernama Panem berdiri di wilayah yang dahulu diketahui adalah Amerika Utara dan Kanada,  dengan pusatnya Capitol,dan dikelilingi 12 distrik dimana hampir seluruh rakyat di distrik 2 tsb adalah rakyat miskin yang kelaparan, yang mencari makan dengan mempertaruhkan nyawa setiap harinya, berbanding terbalik dengan keadaan di Capitol dimana disana warganya hidup mewah. Pasca perang besar  pemberontakan distrik-distrik terhadap Capitol, sebagai bagian dari kesepakatan damai (dan bentuk  dominasi Capitol terhadap 12 distrik tersebut) diselenggarakan sebuah permainan bernama The Hunger Games. Setiap tahun 12 distrik tsb diwajibkan mengirim 12 remaja lelaki dan perempuan (usia 12-18 tahun) untuk ikut dalam acara The Hunger Games. Dengan latar seperti itu cerita ini didasarkan. Para peserta, yang disebut Tribute, total berjumlah 24 orang. Pada Hunger Games ke-74,  Katniss Everdeen , secara sukarela ikut THG untuk menggantikan adik perempuannya sebagai wakil dari Distrik 12, distrik termiskin dari seluruh distrik di Panem, dan Peeta Mellark menjadi wakil lelakinya… Sesuai aturan baku THG, para tribute ini kemudian dimasukan kedalam sebuah arena untuk kemudian saling menghabisi satu sama lain agar bisa menjadi orang yang bertahan hidup sampai akhir, dan menjadi satu-satunya pemenang..

Sebelum masuk arena, Katniss dan Peeta menjalani masa persiapan di Capitol dengan didampingi pendamping Effie Trinket serta dibimbing mentor pemabuk mereka, Abernathy Haymitch.. mereka juga menjalani rangkaian acara pra_THG, seperti pembukaan, training dan wawancara oleh Juri Pertarungan (Gamemakers) yang wajib ditonton oleh semua orang dinegara tersebut.. dari sini mereka berusaha untuk mengumpulkan nilai awal agar dapat menarik perhatian sponsor.. layaknya sebuah reality show, disini juga ada peserta yang masuk kategori frontrunner, peserta paling menarik perhatian penonton maupun peserta non-unggulan.. berada di arena, membuat para Tribute saling beradu kekuatan, baik otot maupun otak agar bisa bertahan hidup.. contohnya katniss dan peeta menjadi peserta yang paling banyak mendapat perhatian penonton salah satunya karena saat wawancara, Peeta mengatakan kalau dia jatuh cinta kepada Katniss, dan karena pengakuan tersebut mereka menjadi peserta yang paling populer, dan terbukti pengakuan tersebut menjadi penyelamat saat mereka berada dalam garis tipis antara hidup dan mati di arena, karena menarik banyak sponsor dan simpati semua orang.. bahwa semua yang akan dilakukan para Tribute harus selalu diperhitungkan dan dipikirkan segala baik buruknya.. yang terlihat nyata bisa saja palsu dan yang terlihat palsu bisa saja merupakan kebenaran sejati..

Membaca buku ini memberi rasa suram dalam diri saya.. berbeda dengan novel saga lainnya yang saya baca, contohnya Harry Potter, dimana suasana dalam tiap serinya dapat dirasakan perubahannya, di buku 1-4 masih terasa menyenangkan seperti penuh warna tapi beranjak ke buku 5-7, nuansa gloomy, suram sangat terasa membungkus keseluruhan cerita, dibuku  pertama The Hunger Games ini nuansa suram sudah sangat terasa sejak paragraf pembuka.. penduduk distrik 12 yg begitu miskin berjuang melawan rasa lapar yang menyerang setiap saat, mempertaruhkan nyawa untuk mencari makanan seperti yang dilakukan Katniss untuk memberi makan ibu dan adiknya dengan cara berburu di tempat yang dilarang oleh pemerintah karena kalau ketahuan akan mendapat hukuman berat.. ada satu scene antara katniss-peeta yang menjelaskan urgentnya issue kelaparan di novel ini yaitu saat Katniss berpikir bahwa Peeta yang merupakan anak pemilik toko roti, pasti selalu merasa kenyang karena bisa makan roti segar setiap saat, tapi saat Peeta bercerita kepadanya bahwa dia dan keluarganya tak pernah merasakan roti segar karena mereka sekeluarga hanya bisa memakan roti basi, can’t imagine it..  kemudian yang paling kejam adalah rakyat Panem yang harus memperlakukan HG sebagai sebuah perayaan, menyaksikan anak-anak mereka harus saling membunuh untuk bertahan hidup, hanya untuk kepentingan hiburan, sehingga menjadi alasan terbesar Katniss tak ingin jatuh cinta, menikah dan memiliki anak, karena tak ada seorang pun yang akan lolos untuk tidak menyaksikan anak-anaknya berpeluang masuk menjadi peserta Hunger Games..

Bagian favorit dan paling menyentuh saya di buku ini adalah paragraf terakhir di akhir buku, saat Peeta mengetahui  seluruh romansa antara dirinya dan Katniss saat di arena adalah rencana antara Haymitch dan Katniss agar mereka berdua bisa selamat, Peeta mengajak Katniss berpegangan tangan dan berkata  “ sekali lagi? Untuk penonton?” sigh hati saya pun ikut terluka..

The Hunger Games the Movie

The Hunger Games Movie Poster

“Here’s some advice. Stay alive.” -Haymitch Abernathy-

Selain Lord of The Ring, mungkin THG adalah adaptasi terbaik dari buku seri franchise yg dibikin film.. fyi, saya ga pernah baca buku LotR, tapi saya bisa mengerti kisah fimnya, so saya anggap adaptasinya bagus..  untuk film-film yang diadaptasi dari buku, terutama buku-buku populer yang punya fans banyak banget, saya mungkin penonton film yg ga pernah mempermasalahkan bahwa kadang2 filmnya agak tidak sesuai dgn yg diceritakan dibuku..ini krn saya sadar sekali buku dan film itu 2 hal yang berbeda, media berbeda, penceritaan berbeda, etc. Yang penting pesan dan inti cerita bisa sampai, juga mudah dimengerti (terutama untuk penonton film yg belum membaca bukunya) dan enak ditontonlah pastinya.. di THG The Movie hampir 90% cerita dibuku bisa ditampilkan di filmnya yang durasinya lumayan lama lebih dari 2 jam, karena memang buku THG ini ga setebal seri-seri Harry Potter, memang ada bagian yg diubah dan ditambah, ada tokoh yang dihilangkan dan dimunculkan (contohnya tokoh Madge Undersee yang dihilangkan, tapi tokoh Seneca Crane yang disebutkan dibuku 2, difilm ini sudah muncul),etc tapi ga mengurangi kesan nontonnya siy,,  untuk yang berharap THG bakal sama kayak Battle Royale atau paling tidak porsi antara drama dan actionnya seimbang, mungkin akan kecewa krn porsi actionnya kurang lebih hanya sekitar 30% dari keseluruhan cerita, disebabkan karena rate film ini adalah PG-13 alias tontonan untuk anak usia 13 tahun keatas dan mendapat bimbingan orang tua, jadi harap dimaklumi kalau unsur drama lebih banyak dari aksinya,, kenapa tema seperti ini bisa dapat rate PG-13 mungkin karena untuk memperluas pangsa pasar biar penonton pre-teen, teenager, adults , semua bisa nonton yang artinya pemasukan bisa lebih besar :p (all i can say is, damn you PG-13!!!) .. Saya ga akan bikin review filmnya krn yakin deh banyak review yg lebih asik dan bagus diluar sana :p (baca : saya males hehee) ,  saya cuman pengen komen aktor cilik favorit saya aja yg berperan jadi Peeta Mellark,, woohoo i think he nailed it, penggambaran Peeta yg loveable dan sincere bgt, bisa dimainkan dgn baik oleh Josh .. dia bisa ngimbangin permainan aktris nominasi oscar, jennifer lawrence, yg bagus bangetlah aktingnya jadi Katniss Everdeen, cant imagine anyone else as Katniss.. cant waitlah buat sekuelnya yg masih lamaaaaa ….

sekarang mau lanjut dulu ke buku 2 ……..

–edit–

for god sakes, buat yg udah baca buku ini dan nonton filmnya atau yg baru nonton filmnya aja trus komen soal betapa film ini ga kayak battle royal yg lebih seru dan berdarah-darah, please yahh, liat dulu penjelasan ratenya, baik buku maupun film THG  ini memiliki rate Parental Guide 13 alias PG-13 jadi ga mungkin dibikin gory/slasher, kesamaannya dengan BR cuma di tema awal yang saling membunuh demi bertahan hidup, tapi cerita hunger games punya lebih dari itu,jadi sama sekali ga bisa dibandingkan,,so stop the comparison, take it or leave it, as simple as that, ok!! period!!!

pics credit to owner via google😉

Author: shintalovesearth

just a simple ordinary girl ,,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s