mind of MINE

a Travel eXploring mE ,,,,,……

From A Crater to Another

Leave a comment

Beberapa weekend yang lalu, tepatnya long weekend kedua tahun ini, saya bareng keluarga pergi melakukan wisata kawah di Garut, Jawa Barat. Idenya dari Bapak saya. Sebagai seorang pegawai negeri yang wilayah kerjanya lebih sering berada di lapangan, beliau yang (hampir) pernah mengunjungi seluruh daerah pelosok di Indonesia ini merasa agak terganggu dengan kenyataan bahwa justru daerah kelahirannya di Garut belum pernah dieksplornya secara maksimal. Karena itu saat long weekend ini dirasa tepat untuk minimal pernah mengunjungi daerah wisata di tanah kelahiran tercinta. Pilihannya wisata kawah karena daerah wisata yang lain disini sudah pernah kami kunjungi. Di Garut sendiri ada 3 (tiga) kawah yang menjadi daerah tujuan wisata yang ada kawahnya yaitu kawah Papandayan, kawah Darajat, serta kawah Kamojang.

Image

Foto 1 – 6 : Di kawah papandayan
Foto 7 – 9 : Di puncak pass darajat

1. Kawah Papandayan

Kawah Papandayan menjadi tujuan pertama. Mengendarai mobil dari bandung ke Garut ditempuh dalam waktu 1,5 jam saja dan langsung menuju kawasan Gn. Papandayan yang secara administrative  terletak di Kec. Cisurupan sekitar 28 KM sebelah barat daya Kab. Garut .  Dari jalan raya cisurupan ada papan penanda bertuliskan Taman Wisata Kawah Gunung Papandayan, yang kalau kita tidak memperhatikan sekali bisa saja terlewat. Akses jalan ke kawah papandayan dari jalan raya cisurupan, menurut saya cukuplah… CUKUP RUSAK maksudnya hehee dari 10 KM jarak dari jalan utama menuju kawah (sesuai yang tertera di papan penanda jalan) , mungkin hanya 1 km yang lumayan mulus, selebihnya yaaa gitu deh bak roller coaster dijalan…. But its okay, kami menikmati perjalanan ini dengan sukacita kok. Semakin dekat dengan kawah, asap dari kawahnya mulai terlihat, pepohonan di samping kiri kanan jalan terlihat makin berwarna warni hijau, kuning dan merah sesuai karakter pepohonan didaerah gunung berapi. Cantik sekali, khayalan saya serasa lagi ada di lembah plum merah, tempat asal Bidadari merah di komik Topeng Kaca favorit saya.

Sesampainya di parkiran, turun dari mobil kami langsung sibuk berpose karena latar belakang pegunungannya memang cantik sekali. Sebelum mulai menjelajahi kawah disini kami diminta untuk memberikan sumbangan seikhlasnya. Hari itu, kawasan yang rupanya juga dijadikan sebagai arena perkemahan ini, cukup ramai dikunjungi oleh rombongan dari luar kota, serta para keluarga seperti saya. Aktivitas wisata yang utama dapat dilakukan disini adalah trekking, hiking, fotografi,piknik, rekreasi ke hutan dan berkemah.

Ada 2 rute yang terdapat di papandayan, rute pertama adalah rute yang harus dilewati bila ingin menuju puncak papandayan, dan rute kedua adalah rute yang langsung menuju kawah. Rute kedua merupakan terusan dari rute pertama, jadi apabila telah sampai puncak gunung dan ingin turun tapi tidak ingin lewat jalan awal, bisa melalui rute ini dan akan tembus ke kawah dan berakhir di parkiran juga. Tapi berhubung kami ini terdiri dari bapak dan ibu saya yang sudah lumayan berumur, serta bawa bayi juga dan entah kenapa kami menggunakan kostum seperti akan pergi ke mall, bayangin ibu saya menggunakan wedges kesini hihii yah ceritanya agak salah kostum gini (padahal kami tahu akan pergi jalan-jalan ke gunung…), jadi kami memilih jalan ke kawah yang terdekat saja yang berjarak kurang lebih 2 km dari parkiran. Selain karena salah kostum ini dan bawa bayi juga, kami juga harus mengejar waktu karena berencana untuk mengunjungi 2 kawah lainnya di Garut.

Jalan menuju kawah menanjak serta terdiri dari batu-batuan sehingga sepatu dengan sol tebal dan keras seperti sepatu keds lebih cocok untuk digunakan disini. Seperti daerah kawah pada umumnya, disini banyak terdapat lubang-lubang gas yang menyemburkan uap panas, hati-hati berjalan, bener-bener harus diperhatikan karena takut kalau menginjak lubang gas tersebut kaki bisa melepuh apalagi kalau sepatu yang digunakan tidak proper, jadi resiko jatuh juga besar. Berbeda dengan kawah sikidang di Dieng yang pernah saya kunjungi 1,5 tahun lalu, dikawah ini bau belerang tidak terlalu menyengat jadi saya tidak terlalu pusing. Cuman karena memang kostum yang tidak mendukung dan saya waktu itu agak kurang enak badan, saya ga sampai ke kawahnya, cukup sampai dekat kawah saja, pemandangannya tetap cantik kok. Hanya bapak,ibu dan adik saya saja yang melanjutkan jalan ke kawahnya.

Selama kurang lebih 1 (satu) jam disana, saya memutuskan kembali ke parkiran sambil menunggu orangtua saya balik dari kawah. Di parkiran saya duduk-duduk di warung-warung yang ada disana, kurang lebih ada 10 warung disana menjual berbagai penganan dan minuman hangat. Udara yang sejuk dingin sambil minum bandrek panas dan pisang goreng, wiihhh heaven on earth lah🙂

2. Kawah Darajat

Puas di papandayan, kami melanjutkan ke kawah darajat. Dari jalan raya cisurupan, kami lurus menuju arah kota Garut untuk langsung ke puncak Darajat. Dari sini saya ketiduran hehee jadi tidak tahu jalur mana yang digunakan untuk menuju ke daerah wisata kawah puncak Darajat. Tetapi secara administrative, kawah Darajat terletak di Desa Padaawas Kecamatan Pasirwangi. Di sepanjang jalan menuju wisata Darajat jalan disamping kiri kanan terlihat hamparan pertanian milik penduduk. Berbukit kehijauan, cantik sekali. Sebenarnya jalur menuju Darajat ini lebih mirip dengan jalur menuju Dieng, Jawa Tengah, karena bukannya perkebunan teh seperti yang biasanya saya liat di jalur-jalur wisata pegunungan di Jawa Barat yang memang banyak dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara, hamparan pertanian disepanjang jalan menuju Darajat lebih didominasi oleh hamparan pertanian milik penduduk yang kehijauan yang ditanami dengan tomat, kol, kentang,cabe dan banyak lagi. Ada yang aneh dan menarik yang saya lihat sekilas disepanjang jalan menuju puncak Darajat yaitu rumah penduduknya miring. Memang tidak semuanya tapi sebagian besar bangunan rumahnya miring, tidak lurus. Saya tidak tahu ini memang disengajakan atau hanya kebetulan saja hehee tapi unik saja menurut saya.

Puncak Darajat ini mulai booming atau setidaknya saya mulai sering mendengarnya sebagai tempat tujuan wisata baru sejak tahun 2010-2011, apalagi sejak jalan utamanya diperbaiki dan tidan berlubang-lubang layaknya jalur menuju daerah pegunungan, mulus sekali. Daerah wisata ini utamanya menawarkan wisata air panas seperti cipanas, garut, karena memang letaknya yang sama-sama berada dikaki Gn. berapi Papandayan yang mengalirkan sumber air panas. Karena itu banyak dibangun bungalow, tempat pemandian air panas, kolam renang yang berair panas. Tempat yang banyak dikunjungi wisatawan adalah Darajat Puncak Pass 1 dan Darajat Puncak Pass 2. Sesampainya di puncak, kami langsung menuju Darajat Puncak Pass 1 yang dari sini kita bisa melihat langsung seluruh pemandangan dibawah . Benar-benar indah dan cantik sekali. Fyi, Darajat ini merupakan salah satu daerah potensi sumber panas bumi dan gas alam Kab.Garut yang dikelola oleh PT. Chevron. Karena itu disepanjang jalan banyak terlihat selang-selang besar yang digunakan untuk mengolah gas alam dan panas bumi dari sini.

Akhir pekan yang panjang ini rupanya dimanfaatkan oleh pengunjung yang kebanyakan keluarga atau rombongan untuk berenang atau berendam air panas. Penuh sekali karena memang kawasan Darajat ini untuk kawasan wisata baru termasuk lengkap fasilitasnya dan cocok untuk keluarga. Kolam renang, bungalow, outbond, kuliner, kawah, permainan untuk anak-anak, lengkap semua. Tapi sayang sekali karena waktu dan cuaca saat kami datang mendung dan agak gerimis kami cuman sebentar saja di puncak Darajat ini. Bahkan tujuan utama untuk mengunjungi kawahnya tidak terlaksana. Sayangnya karena kami cuma modal kamera ponsel jadi foto yang dihasilkan pun seadanya, but better than nothing, rite!! But surely, we have great time here.

Sebenarnya tujuan ketiga adalah kawah kamojang. Tapi karena hari sudah sore dan dari awal kami memang tidak berniat untuk menginap, maka terpaksa rencana ini ditunda dulu. Mungkin lain kali.

Author: shintalovesearth

just a simple ordinary girl ,,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s