mind of MINE

a Travel eXploring mE ,,,,,……

How I Met You, Not Your Mother (mine, not raditya dika’s)…

7 Comments

Okay, inspired by raditya dika stories in his last book, saya juga jadi pingin menulis cerita soal cerita love love-an yang paling menguras emosi luar dalem yang pernah saya alamin hehee…..

Bagaimana dua orang bisa saling berhubungan?

Jawaban paling religious adalah karena mereka memang sudah ditakdirkan untuk bertemu, caranya bisa macam-macam, dari yang paling simple seperti karena mereka teman sekelas satu kuliah, atau tetangga sebelah rumah, sampai dengan cara yang paling ajaib seperti dia dikenalin oleh teman travelingnya sewaktu ikut liburan ke pantai raja ampat yang baru kenal saat liburan itu ke sepupunya temannya lagi hehee ribet kan, tapi saya yakin di belahan dunia  bagian ga tau, cerita seperti itu kemungkinan ada karena as we know dunia itu adalah panggung drama terbesar di semesta ini….

Cerita ini berasal dari sudut pandang saya sendiri, apa yang saya rasakan,  dan saya alami. Cara saya dan, ehm saya panggil aja dia itu “dia” ya, termasuk yang simple aja, just like the ordinary girl had, kita ketemu sewaktu saya pertama kali masuk kerja di tempat kerja sebelum ini.  Semuanya simple, pertemuan pertama kami untuk saya lumayan menyenangkan, sewaktu saya memperkenalkan diri, dia tersenyum lebar kepada saya seolah saya adalah teman yang sudah lama tidak ditemuinya.. jujur saya termasuk orang yang tidak supel terhadap orang baru, apalagi lawan jenis,, biasanya saya akan banyak diam sampai saya pada akhirnya menemukan suatu celah untuk bisa menyamankan diri dengan orang-orang baru disekeliling saya.. begitupun dengan perkenalan dengan dia, saya ga serta merta bisa akrab langsung, ada kekakuan dulu terutama dari saya, saya yang rada jaim heu tapi kemudian ga berapa lama semuanya berubah karena akhirnya kita menemukan hobi yang lumayan sama yaitu doyan baca komik dan chating haha oh sounds cheesy yeah,, but it works, kami mulai terconnect dengan baik, ditambah dia emang dasarnya supel,saya akhirnya merasa menemukan soulmate ditengah-tengah tempat kerja yang jujur, bikin boring heu.. ditengah-tengah kerjaan kami yang sering ga ada, kami jadi sering chat, ngobrolin macem-macem hal, dari yang ringan sampe yang berat (fyi, ini jarang bgt kejadian heu lebih banyak dikarenakan kami dua orang yang berpikiran sangat dangkal hahaa jadi ga suka bicarain topik berat heu), kami juga ngga suka ngebicarain soal pekerjaan kecuali kalau diperlukan aja,, saya masih inget chat-chat awal kami banyak berisi komik-komik favorit kita, music yang kita denger, kesebelan kita ma salah satu temen kerja di kantor, jokes-jokes mesum, dan tentu saja love-life kita.. dia banyak menolong saya di masa-masa awal saya bekerja, membantu mengerti pekerjaan saya, dan semakin lama, kita semakin deket, kita semakin sering curhat tentang apa saja, dan tanpa saya sadari persahabatan kita makin dalam dan menggunakan perasaan (mungkin saya doang, dia ngga heu ), sesuatu yang ga boleh,, ya ga boleh, alasannya bukan sesuatu yang ingin saya bahas, tapi hubungan kita memang seharusnya tidak boleh ada..  saya lupa di titik apa saya mulai ngerasain sesuatu yang beda terhadap dia, hanya saya inget satu kata-katanya waktu chat, he said “ makasih yah udah mau temenan sama aku, dan nerima aku apa adanya” , its just simple tapi mampu ngebuat saya terhenyak karena belum ada seseorang yang begitu berterima kasih atas pertemanan yang saya berikan padanya, and off course, I definitely Fall For Him. Officialy.

Kemudian di suatu waktu, dia mengatakan apa yang dia rasain ke saya, actually he said that he felt something like I did, disini seharusnya saya tahu ini adalah ujian dari Tuhan, apakah saya udah dewasa ato tidak, bisa memilih sesuatu yang salah ato bener, dan like the  other human always do, I pick the wrong way, off course😀 I takes the risk, bahwa saya tahu kalau berhubungan dengannya saya akan mengalami banyak rasa sakit hati, but it feels nothing but sweet, though..

Setelah itu, hubungan kami dibilang kayak orang yang punya “hubungan special” walaupun saya ga pernah mau mengakui itu,, we’re just connected each other, we’re care each other, we laughed, we teased, we flirt, we had lunch (almost) everyday, and do stuff like the other couple do. Selain chat, media hubungan kita juga menggunakan SMS, yeah we texted each other tiap pagi, siang, sore, malem, bahkan pernah subuh heu, bahkan ketika kita saling berhadapan😀 its all because he’s just so sweet, nice, and genuinely lovely..

Bareng dia saya merasakan kenyamanan yang ga pernah (catet ya, ga pernah) saya rasain ketika berhubungan dengan mantan-mantan saya yang lain.. dengan dia, saya melakukan hal-hal yang ga akan mungkin saya lakukan bahkan didepan sahabat baik saya, yah itu, akibat sifat jaim saya hehee .. dia ngedengerin semua cerita saya, dan hapal.. pernah dia menanyakan suatu hal yang (sebenernya saya boong ke dia) pernah saya ceritakan ke dia, tapi saya lupa hahaa ketauan deh.. sebelumnya, saya selalu jadi pihak yang mendengarkan, tapi bareng dia saya ngerasa didengerin, diperhatikan, dan direspon.. saya orang yang selalu mual kalo pacar saya dulu ngegombal, tapi bareng dia saya bagaikan ABG Labil yang selalu haus denger kata-kata gombalnya, saya bertingkah bagaikan remaja yang norak banget karena hanya dia, dia, dia yang ada di kepala saya.. untuk saya, cara paling mudah untuk tahu apakah kita cocok dengan seseorang adalah pertama, ketika kita merasa lupa waktu saat bareng orang itu.. setiap bareng dia, entah kenapa waktu rasanya cepet banget berjalan,, cara  kedua, adalah dengan merasakan apakah kita tetap nyaman saat berada dalam suasana diam dengan dia, saat kita kehabisan topik obrolan dan yang tersisa hanyalah diam, merasakan kenyamanan bersamanya dalam diam dan keheningan.. saya merasakan dua-duanya saat bersamanya, dan saya memilih dia untuk menghabiskan sisa hidup saya , yang tentu saja, seperti yang udah saya bilang, ga bisa hehee..

Semakin lama hubungan kita semakin erat, ketawa, menangis, marahan, ngambek, bercanda, cemburu semua kita lewati bareng, long distance and we’re still going strong..  semakin lama saya bareng dia, saya semakin ngerasa bahwa hubungan ini semakin terasa seperti candu, saya so addicted dengannya, saat saya ga mendengar kabarnya atau kita sedang berantem, tubuh, otak, dan hati saya sakit semua.. saya berpikir ini salah, hubungan seperti ini ga boleh dibiarin, beberapa kali kita berusaha untuk menjauhkan diri dari masing-masing, tetapi selalu ga berhasil, karena tampaknya hubungan ini memang berubah menjadi candu.. dan kita akhirnya memilih untuk membiarkan semuanya seperti air mengalir saja..

Love makes you do crazy things, indeed.. saya banyak melakukan hal-hal gila yang baik, dan lebih banyak lagi yang salah saat bersamanya. Dengan dia saya berubah menjadi orang yang lebih baik dan salah pada saat yang bersamaan.. dan hebatnya, setidaknya untuk saya, saya ga pernah merasa bosan saat bersama dia,, saya menjadikannya center of my life, dan saya pikir dia juga begitu.. saya pikir tidak ada yang salah dengan ini, saat kita memiliki seseorang yang (kita pikir) layak untuk menerima cinta kita, maka berikan semua perasaan itu dengan utuh.sebaik-baiknya. Itu yang saya lakukan terhadapnya. Dia memperlakukan saya semanis yang bisa semua cewek bayangkan, dengan cara romantis (yang ga bikin mual tentunya..) yang hanya bisa dilakukannya sendiri. Dia bisa membuat saya serasa berada di langit ketujuh sekaligus di lapisan bumi terdalam pada saat bersamaan. Dia adalah segala yang pertama yang pernah saya alami. Saya bahagia sekaligus sedih.

Sepanjang masa hidup saya, seingat saya, saat saya bareng dia itulah masa disaat saya menggunakan seluruh perasaan saya, saya tertawa, tersenyum, marah, sedih, kesal, tulus, iri, dengki, you named it rasanya semua saya rasakan saat bareng dia.. saya ga pernah merasa cemburu pada mantan-mantan saya, tapi dengan dia saya berubah menjadi seseorang yang cemburuan dan posesif.. dan pada akhirnya itulah yang membuat hubungan kami jadi goyah, dan menemui akhirnya..

Seperti semua hal di dunia ini, ada awal dan tentu ada akhir juga,, saya tahu Allah sangat sayang sama saya , dan Dia melakukannya untuk melindungi saya dan dia juga.. pada awalnya dia sedikit-sedikit menjauhi saya, obrolan yang seadanya, sms yang jarang dibalas, chat yang seperlunya, dan hal-hal yang dilakukan cowok pada saat ingin putus dengan pacarnya.. dan akhirnya lewat teman kita, dia bilang bahwa dia hanya ingin jadi teman saja, seperti teman, dalam arti sebenarnya, bukan “teman” yang selama ini kita jalani.. jujur saya ga bisa menerima kalo kita ga bisa bareng lagi, seperti narkoba yang menyakiti pecandunya saat tidak mengonsumsinya, begitupun saya saat tidak bersamanya lagi, saat saya merasa kehilangan seluruh perhatiannya, saat semua cara berkomunikasi yang biasa kita lakukan menutup aksesnya untuk saya berhubungan dengannya, saat saya tidak bisa mendengar kabarnya lagi, saya marah, saya sakit, saya menangis.. saya tidak tahu pasti bagaimana kami bisa berakhir seperti ini.. saat saya bersamanya saya banyak sekali menangis tapi saya tidak khawatir karena saya tahu dia ada bersama saya dan akan selalu menenangkan saya dan menghapus air mata di pipi saya, tapi saat hubungan kami mulai renggang, saya menangis karena saya tahu dia ngga akan ada untuk saya lagi.  Saya takut kehilangan tempat bersandar saya selama ini. Saya takut kehilangan a shoulder to cry on. Begitu kerasnya saya berusaha untuk mengembalikan semuanya lagi, dan semakin keras juga dia menolak usaha saya ini. Saya patah hati sampai titik terendah yang bisa dialami seseorang.. saya melakukan yang dulu saya pantang melakukannya terhadap cowok-cowok yang pernah dekat dengan saya. Saya bilang kalau saya sangat menyayanginya. Dulu saya pantang mengatakan hal-hal seperti itu, karena bagi saya tindakan lebih penting daripada ucapan, tapi dia bilang bahwa sekali-kali kata-kata seperti itu perlu disampaikan sekedar untuk membesarkan hati pasangan kita,and still it doesn’t work. Pada akhirnya saya menyerah, saya sudah melakukan semua yang saya mampu, dan jika dia tidak mau untuk menerimanya, maka artinya dia sudah tidak ingin menjadi bagian dalam hidup saya lagi, dia tidak salah, hanya mungkin bagiannya dalam cerita hidup saya sudah selesai. Saya paham bahwa ini adalah untuk kebaikan kami masing-masing, harus ada satu orang yang waras untuk menyelamatkan kami sebelum terjerumus semakin dalam, hanya susah sekali untuk bisa berpikir seperti itu. Mungkin tidak akan seperti ini jika kami membicarakannya terlebih dulu, tidak secara ekstrim langsung berpisah, cara seperti itu hanya membuat saya berubah menjadi seseorang yang saya tidak kenal, yang menjadi “psikopat” yang selalu berpikiran buruk, yang menyalahkan Tuhan karena membuat saya berada dalam situasi yang amat sangat menyakitkan ini, karena saya tidak pernah berada dalam kondisi seperti ini, saya tidak paham bagaimana harus mengendalikan perasaan sakit ini, I’m crying out loud everyday, everynight, bahkan saat sedang bekerja, saya sering harus kabur ke kamar mandi untuk menangis sepuasnya.. its just so ironic, dulu saya adalah orang yang dikatakannya paling membuatnya nyaman, sekarang saya seperti virus yang harus dihindari sedemikian rupa. Sejujurnya, segalanya akan jauh lebih mudah kalau saja saya mampu dan mau membencinya, dengan mengingat segala keburukannya, tapi ternyata saya baru sadar jika pengaruhnya terhadap saya sedemikian besar sehingga jangankan untuk merasakan benci terhadapnya, rasa sayang saya justru semakin besar.

Jujur, sampai sekarang saya belum mengerti tentang perasaan yang saya rasakan ini, karena tampaknya cinta bisa membuat orang jadi bodoh, saya masih belum sepenuhnya tahu bagaimana perasaannya sejujurnya terhadap saya selama ini.. hanya yang saya tahu, pada akhirnya perasaan ini membuat saya menginginkan yang terbaik untuk dia, saya ingin dia bahagia, dengan atau tanpa saya, dan perasaan saya ini tidak memerlukan balasan.TULUS.

Dulu pada saat kita masih bareng, seperti lazimnya orang yang berhubungan, kita juga membuat banyak janji, dan ga semua terpenuhi, tapi satu yang masih sangat saya ingat (sama banget dengan yang ditulis oleh RaDik di bukunya..) bahwa kami berjanji akan terus seperti ini, seperti saat kami masih bareng, apapun yang terjadi, walaupun kami pada kenyataannya ga akan pernah bisa bersama. Janji yang akhirnya menjadi lelucon karena nyatanya saat ini kami bagaikan dua orang asing yang tidak saling mengenal. Tapi mungkin satu saat ketika kami bisa menemukan celah untuk bisa menyamankan diri masing-masing dalam hubungan yang berbeda, kami bisa kembali menjadi sepasang teman yang saling menjaga seperti saat kami dulu pertama bertemu.

Kenangan tentang kami selalu memaksa untuk terus diingat, dan saya bisa yakin menjawab bahwa saya ga akan bisa melupakan dia,bahwa segala tentangnya selalu menenangkan saya, bahkan hingga saat ini, dan saya akhirnya memilih untuk menuangkannya dalam bentuk postingan ini, sebagai penanda bahwa saya pun pernah mengalami suatu hubungan yang begitu indah, pernah memiliki orang yang mampu mengeluarkan segala yang terbaik dalam diri saya, sekaligus orang yang menghilangkan rasa selai kacang, atau dalam kasus saya ini, menghilangkan nikmatnya rasa kepiting saus singapura di lidah saya…

’cause there are a part of me that doesn’t want you to give up on me

’cause there are a part of me that still always cry everytime i remembering you

if only i could managed a heart that doesn’t want to forget everything about you, so i could live my life easily……

Ps. kalimat yang di-Bold di postingan ini saya quote dari buku Raditya Dika Marmut Merah Jambu😀

Author: shintalovesearth

just a simple ordinary girl ,,,,,

7 thoughts on “How I Met You, Not Your Mother (mine, not raditya dika’s)…

  1. miris jg baca postingannya shint……😦
    tp biasanya jiwa yg bnyk cobaan akan menjadikan jiwa itu besar,kuat dan tegar serta jiwa itu jg akan lebih cepet nemuin makna dri sebuah keihlasan…….🙂

    apa kbr shint……?

  2. amin , aku kn dramaqueen ka, jdi tulisan yg keluar lebay wkwkwk

    alhamdulillah baik, gmna dsna?tambah rame ya kyknya, dh ada bandara internasional hehe

  3. huehehe…..itu suara hati shint,suka2 qt yg nulis dong..bodo ah sm yg bilang lebay…..😀 tulisannya bagus k.yd jd bisa ikut ngerasain…:)

    disini alhamdulillah baek jg…..klo smakin rame udh pasti ia….
    ayo kapan maen ke lombok…?klo gk salah sdh 10an thn de shinta ninggalin lombok….gk kangen apa shint…..?🙂

  4. srg kangen siy hehe srg jg ngerencanain ksana, cuman gagal mulu.. mudah2an bisa secepatnya maen ksana lg, iya hampir 10taun ninggalin lombok😀

  5. smoga de ada waktunya nanti..amiin……k.yd doain…:)
    smoga jg shinta n kluarga sehat sllu disana…..salam k.yd buat smuanya..

    di tunggu sllu tulisannya yg baru shint…..:)

  6. *puk puk puk* semangkaaa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s